Belajar dari Yogyakarta, TP PKK Badung Bidik Pelayanan Adminduk Digital hingga Tingkat Keluarga

0
220
Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memimpin rombongan Studi Komparasi ke Kota Yogyakarta, Jumat (21/8).
Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memimpin rombongan Studi Komparasi ke Kota Yogyakarta, Jumat (21/8). Sumber foto : Humas Badung/updatebali

UPDATEBALI.com, YOGYAKARTA – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Badung memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam bidang administrasi kependudukan (Adminduk).

Salah satu langkah yang ditempuh yakni melakukan studi komparasi ke Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mempelajari inovasi pelayanan sekaligus memperkuat peran kader PKK di tingkat masyarakat.

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Rombongan turut diikuti Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung I Nyoman Rudiarta, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Komang Budhi Argawa, serta jajaran pengurus inti PKK, kader Posyandu, K3S, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung.

Rombongan dari Badung diterima Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki, bersama jajaran pejabat struktural di Ruang Kunti, Balai Kota Yogyakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung secara interaktif dengan membahas sejumlah strategi, termasuk digitalisasi data kependudukan dan optimalisasi peran kader komunitas.

Baca Juga:  Kecamatan Kuta Selatan Diusulkan Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah di Bali

Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menerima kunjungan tersebut.

Menurutnya, Yogyakarta dipilih sebagai lokasi studi karena dinilai memiliki sejumlah inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemkot Yogyakarta. Studi komparasi ini merupakan peluang yang sangat berharga bagi Kabupaten Badung untuk membedah praktek terbaik (best practices), melihat langsung inovasi pelayanan hulu ke hilir, serta mengadopsi strategi pemberdayaan kader yang efektif dalam membangun ekosistem masyarakat sadar Adminduk,” ungkapnya.

Ia menilai kader PKK memiliki posisi penting karena berada dekat dengan kehidupan masyarakat. Jaringan kader hingga tingkat dasawisma dinilai dapat menjadi kekuatan untuk mendeteksi sejak dini warga yang belum memiliki dokumen kependudukan secara lengkap.

“PKK memiliki jejaring yang kuat hingga tingkat dasawisma. Peran ini sangat strategis untuk mengedukasi keluarga secara langsung. Melalui momentum silaturahmi dan studi komparasi ini, kami berharap dapat melahirkan kolaborasi yang konkret dan membawa perubahan signifikan terhadap peningkatan mutu pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Badung maupun Kota Yogyakarta,” imbuhnya.

Baca Juga:  TP PKK Badung Pimpin Aksi Bersih Sampah Pantai di Cemagi, Dorong Pariwisata Ramah Lingkungan

Studi komparasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keterpaduan program TP PKK dengan Disdukcapil. Beberapa hal yang menjadi perhatian meliputi perluasan sosialisasi kepada masyarakat, percepatan perekaman data kependudukan, hingga mendorong penggunaan dokumen kependudukan dalam format digital.

Upaya tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat semakin sadar pentingnya dokumen kependudukan sekaligus mendukung tersedianya data yang akurat sebagai dasar penyusunan berbagai program pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki, menyambut baik kunjungan TP PKK Kabupaten Badung. Ia mengatakan administrasi kependudukan memiliki kaitan erat dengan perencanaan program kesejahteraan keluarga dan sejalan dengan sepuluh program pokok PKK.

“Melalui gerakan sadar Adminduk, peran serta kader PKK di unit terkecil masyarakat sangat menentukan validitas data makro daerah, mulai dari tingkat keluarga, desa, kelurahan, hingga kabupaten dan kota. Di Kota Yogyakarta, kami berkolaborasi erat dengan kader untuk menjalankan sistem pelayanan jemput bola, sosialisasi mandiri, hingga aktivasi masif Identitas Kependudukan Digital (IKD),” jelasnya.

Baca Juga:  TP PKK Badung Bersama Organisasi Kewanitaan Melaksanakan Tirtayatra

Menurut Septi, transformasi pelayanan publik membutuhkan proses yang terus berkembang dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Karena itu, pertukaran pengalaman antardaerah menjadi penting untuk menemukan pendekatan yang lebih efektif dalam memberikan pelayanan.

“Kami berharap rangkaian studi komparasi ini memberikan manfaat nyata yang dapat langsung diterapkan di daerah masing-masing. Semoga jalinan komunikasi antar-daerah ini terus terjaga demi kemajuan gerakan PKK dan pelayanan Adminduk yang prima,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan kader masyarakat dalam membangun budaya tertib administrasi kependudukan.

Dengan penguatan jejaring hingga tingkat keluarga, edukasi dan pelayanan Adminduk diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat.(den/updatebali)