
UPDATEBALI.com, JAKARTA – Sekretariat DPRD Bali, bersama para wartawan yang bertugas meliput di DPRD Bali, melakukan Press Tour ke DKI Jakarta untuk mempelajari strategi penataan aliran sungai dalam mengatasi masalah banjir.
Studi tiru ini berfokus pada kebijakan yang diterapkan oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta pada Kamis, 22 Agustus 2024.
Rombongan dari Bali disambut oleh Nugraha Riyadi, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, yang menjelaskan bahwa Jakarta dilintasi oleh 13 aliran sungai besar. Meski pengelolaan sebagian besar sungai masih di bawah kewenangan pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab atas pengelolaan lumpur dan perawatan aliran sungai tersebut.

Riyadi menjelaskan, perubahan tata guna lahan yang pesat serta meningkatnya populasi dan pembangunan di Jakarta memperumit penanganan banjir di ibu kota. Pemprov DKI Jakarta menerapkan strategi penanganan banjir yang melibatkan tiga tahap: prabanjir, saat banjir, dan pascabanjir, termasuk pengerukan waduk dan perawatan pompa air.
“Walaupun ada penurunan jumlah RW yang terdampak banjir dari 925 di tahun 2020 menjadi 357, tantangan ini masih belum terselesaikan sepenuhnya,” ujar Riyadi.
Ia juga memaparkan, Pemprov DKI Jakarta kini menerapkan pendekatan Nature-Based Solutions (NBS) untuk pengendalian banjir, sebuah solusi yang mengembalikan pengelolaan air ke tangan alam.

Kadek Putra Suantara, Kasubag Tata Kepegawaian, Humas, dan Protokol Sekretariat DPRD Bali, menyampaikan harapannya agar studi tiru ini dapat memberikan wawasan berharga bagi Bali dalam menata aliran sungai dan mengatasi banjir. Meskipun ancaman banjir di Bali tidak sebesar di Jakarta, beberapa daerah perkotaan seperti Denpasar dan Badung masih menghadapi masalah banjir setiap tahun.
“Ini adalah kesempatan bagi kita untuk belajar dan membawa pulang pengetahuan yang bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah. Dengan informasi yang disampaikan oleh teman-teman media, kami berharap pengelolaan sungai dan penanganan banjir di Bali bisa lebih optimal,” kata Kadek Putra Suantara.
Ketua Forum Wartawan Dewan (Forward) DPRD Provinsi Bali, Made Arnyana, juga menambahkan bahwa hasil dari studi tiru ini dapat dimanfaatkan dalam upaya menangani banjir di Bali.(den/ub)


