UPDATEBALI.com, BANGLI – Hingga kini, pemenuhan kebutuhan bawang putih masih dipenuhi dengan impor yang cukup besar, hal ini di karenakan bawang putih sulit untuk di produksi karena kondisi iklim yang tak cocok. Terbukti, selama ini produksi bawang putih dari tahun ke tahun masih terbilang rendah.
Di kabupaten Bangli memang memiliki potensi pengembangan bawang putih, namun dengan banyaknya bawang putih impor di pasaran, dengan harga lebih murah dan kualitas lebih bagus, berdampak produk bawang putih lokal jadi kalah bersaing. Disamping itu karena iklim yang tidak cocok juga berpengaruh terhadap kualitas hasil produksi.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, I Wayan Sarma mengatakan, dengan situasi yang di hadapi petani saat ini, Petani yang daerahnya berpotensi untuk di kembangkan bawang putih, Engan untuk mengembangkan bawang putih, dan lebih memilih bawang merah, disamping usia panen lebih lama, dari segi harga juga kalah saing di pasaran, sehingga sangat berpengaruh terhadap keuntungan yang di dapatkan.
“Namun demikian untuk menganekaragamkan produk, bawang putih di kembangkan bersamaan dengan bawang merah. dimana satu hektar dari sepuluh hektar lahan di tanami bawang putih,” ungkap i Wayan Sarma, kadis pkp Bangli.
Terkait pengembangan bawang putih, pihaknya tidak bisa memaksa petani untuk mengembangkan bawang putih, karena untuk pengembangan bawang putih harus di daerah sub tropis sedangkan Bangli berada di daerah tropis, sehingga hasilnya tidak maksimal. (put/ub)





