spot_img
spot_img
BerandaBaliBanjar Smart Hub Warnasari Kelod Permudah Layanan Publik dan Pengelolaan Sampah Warga

Banjar Smart Hub Warnasari Kelod Permudah Layanan Publik dan Pengelolaan Sampah Warga

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya, menghadirkan terobosan layanan digital melalui inovasi Banjar Smart Hub (BSH). Inovasi ini memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan publik, administrasi, hingga transaksi keuangan hanya melalui aplikasi dalam satu genggaman smartphone.

Kehadiran Banjar Smart Hub menjadi langkah baru dalam pengembangan layanan berbasis digital di tingkat banjar. Tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan adat, banjar kini juga diarahkan menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih modern dan terintegrasi.

Inovasi tersebut digagas Kelian Banjar Warnasari Kelod, I Kadek Sri Rama Usmantara, sebagai solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi warga dalam mengakses layanan publik.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut saat peluncuran Banjar Smart Hub di Balai Banjar Warnasari Kelod, Jumat 29 Mei 2026. Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari lingkungan masyarakat paling bawah.

Baca Juga:  Bupati Tamba Buka Rakor dan Diklat Guru Al-Qur'an

“Saya meyakini Banjar Smart Hub bukan sekedar inovasi. Ini adalah simbol keberanian untuk berubah, simbol kreativitas masyarakat bahwa kemajuan dapat lahir dari banjar dan hari ini kita menyaksikan bahwa perubahan itu benar benar dimulai dari bawah dari masyarakat, oleh masyarakat dan untukasyarakat,” ucap Bupati Kembang saat meluncurkan Banjar Smart Hub di Balai Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, Jumat 29 Mei 2026.

Ia berharap konsep Banjar Smart Hub dapat menjadi inspirasi bagi banjar maupun desa lain di Kabupaten Jembrana, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan pelayanan masyarakat.

“Yang tadinya sampah jadi masalah, di tempat ini sampah jadi berkah. Di banyak tempat sampah jadi masalah, Maka dari itu saya ingin mengetuk Bapak Ibu sekalian, warga masyarakat, pimpinan-pimpinan di desa, pimpinan-pimpinan di Banjar, ayo! Mari kita tiru apa yang ada di Warnasari Kelod,” tegasnya.

Baca Juga:  Hari Pahlawan 10 November 2023, Mengenang Jasa Para Pejuang Kemerdekaan

Sementara itu, I Kadek Sri Rama Usmantara menjelaskan bahwa aplikasi Banjar Smart Hub lahir dari kebutuhan nyata masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai buruh, petani, dan tukang.

“Peluncuran Banjar Smart Hub ini berawal dari permasalahan masyarakat. Warga kami kebanyakan berprofesi sebagai buruh, tukang, dan juga petani. Selama ini, saat warga mengakses layanan, jaraknya jauh karena harus ke kota, sehingga terkendala jarak, biaya, dan waktu,” ungkap I Kadek Sri Rama Usmantara.

Selain menghadirkan kemudahan layanan publik, inovasi tersebut juga diarahkan untuk menjawab persoalan sampah di lingkungan banjar.

“Permasalahan sampah di banjar kami itu cukup tinggi. Walaupun Banjar kami berlokasi di pedesaan, sampah ini sudah menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Untuk itu kami berupaya menjadikan Banjar ini sebagai pusat layanan terpadu,” tambahnya.

Melalui sistem Banjar Smart Hub, masyarakat yang membawa sampah terpilah ke banjar dapat mengakses berbagai layanan seperti administrasi kependudukan, pembayaran pajak, hingga layanan keuangan lainnya.

Baca Juga:  Tanam 100 Pinang Betara di "Jembrana Clean Up Day"

Program ini juga menerapkan skema insentif dan disinsentif. Warga yang disiplin memilah sampah akan memperoleh berbagai manfaat ekonomi seperti tabungan emas, tabungan hari tua, pembayaran listrik, air, Samsat, hingga akses jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebaliknya, warga yang tidak memilah sampah dari rumah akan dikenakan iuran residu.

“Lewat aplikasi Banjar Smart Hub ini, masyarakat kini bisa lebih sadar menjaga lingkungan sekaligus mendapatkan nilai ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik. Semuanya dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukan sekadar aplikasi, tapi solusi nyata untuk menjawab kebutuhan warga,” tegas Usmantara.

Tag: , Melaya, I Made Kembang Hartawan, digitalisasi layanan publik, pengelolaan sampah, I Kadek Sri Rama Usmantara, inovasi desa, pelayanan masyarakat

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments