Bangga dengan Kebersamaan Krama, Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Yadnya di Desa Adat Kapal

0
131
Bupati Adi Arnawa saat menghadiri Puncak Karya Manusa Yadnya, Pitra Yadnya, dan Atma Wedana di Desa Adat Kapal, Mengwi, Kamis (25/9).
Bupati Adi Arnawa saat menghadiri Puncak Karya Manusa Yadnya, Pitra Yadnya, dan Atma Wedana di Desa Adat Kapal, Mengwi, Kamis (25/9). Sumber foto : Humas Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Puncak Karya Manusa Yadnya, Pitra Yadnya, dan Atma Wedana di Desa Adat Kapal, Mengwi, Kamis, 25 September 2025.

Upacara suci ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Ngurah Putra Keniten dari Griya Kediri Sangeh.

Sebagai bentuk dukungan dan perhatian pemerintah, Bupati menyerahkan punia sebesar Rp50 juta yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Kapal, Ketut Sudarsana.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa bangga sekaligus bahagia melihat krama Desa Adat Kapal mampu menggelar karya besar ini.

Baca Juga:  Dekranasda Kota Denpasar Dukung Beautiverse 2025, Dorong Produk Lokal Tampil Mendunia

Menurutnya, yadnya merupakan kewajiban umat Hindu dalam menyucikan leluhur serta wujud bhakti keluarga kepada para leluhur.

“Yadnya ini adalah budaya Bali yang harus kita jaga dan lestarikan. Terlebih Bali adalah daerah tujuan wisata berbasis budaya yang menjadi daya tarik wisatawan,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Bupati juga menyinggung musibah banjir yang terjadi pada 10 September lalu. Ia mengimbau krama agar lebih disiplin menjaga lingkungan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Mari bersama-sama belajar tidak membuang sampah ke sungai demi keselamatan kita semua,” tegasnya.

Selain itu, Adi Arnawa menyoroti fenomena menurunnya angka kelahiran anak keempat atau Ketut di Bali yang kini hanya mencapai 4%. Ia menegaskan bahwa program empat anak sangat baik untuk menjaga kelestarian budaya Bali sebagai aset daerah dan nasional.

Baca Juga:  Susun Arah Pembangunan Lima Tahun, Pemkab Badung Gelar Musrenbang RPJMD 2025–2029

Bendesa Adat Kapal, Ketut Sudarsana, melaporkan bahwa karya yadnya ini merupakan program rutin yang digelar setiap dua tahun sekali. Tahun 2025, rangkaian upacara meliputi:

  • Pitra Yadnya: Ngelangkir 147 orang, Ngelungah 24 orang, Ngaben 1 orang.

  • Manusa Yadnya: Bayuh Oton 161 orang, Mapetik 84 orang, Metatah 191 orang.

  • Atma Wedana: 149 orang.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Buka PKB XLV Kabupaten Badung

Ia menambahkan, karya yadnya ini bukan hanya untuk warga Desa Adat Kapal, tetapi juga terbuka bagi umat Hindu dari luar desa. Pendanaan karya bersumber dari punia peserta, yaitu Rp5 juta untuk Atma Wedana serta Rp500 ribu untuk Mapetik, Metatah, dan Bayuh Oton. Laporan pertanggungjawaban dana akan disampaikan setelah karya selesai.

Turut hadir dalam kesempatan ini anggota DPRD Badung Made Suwardana, Inspektur Luh Suryaniti, Camat Mengwi Nyoman Suhartana, Lurah Kapal Nyoman Adi Setiawan, serta tokoh dan masyarakat Desa Adat Kapal.(den/ub)