BAMFES 2025 Resmi Dibuka, Sinergikan Fashion dan UMKM Bali dalam Gerakan Kreatif Berkelanjutan

0
274
BAMFES 2025 Resmi Dibuka, Sinergikan Fashion dan UMKM Bali dalam Gerakan Kreatif Berkelanjutan
BAMFES 2025 Resmi Dibuka, Sinergikan Fashion dan UMKM Bali dalam Gerakan Kreatif Berkelanjutan. Sumber foto: den/ub

UPDATEBALI.com, BADUNG – Dunia fashion dan UMKM Bali bersatu dalam satu panggung melalui peluncuran perdana Bali Fashion Market Festival (BAMFES) 2025 yang digelar di Swiss-Belresort Pecatu, Badung pada Minggu 26 Oktober 2025.

Festival bertema “Fashion Meets Local Soul” ini menjadi simbol lahirnya gerakan baru yang mengusung kolaborasi antara industri mode dan pelaku ekonomi kreatif lokal.

BAMFES merupakan inisiatif dari YMM Event Organizer berkolaborasi dengan Yeyes Community Peduli Kasih. Ajang ini dirancang sebagai wadah berkelanjutan bagi desainer, brand fashion, serta pelaku UMKM Bali untuk saling terhubung, berinovasi, dan tumbuh bersama.

“BAMFES lahir dari semangat untuk menghubungkan dunia fashion dengan UMKM lokal. Kami ingin menciptakan wadah berkelanjutan di mana pelaku kreatif bisa saling menginspirasi dan berkolaborasi. Ini bukan sekadar festival, tapi gerakan ekonomi kreatif berbasis budaya Bali,” ujar Yongki Perdana, Founder sekaligus Creative Director YMM Event Organizer.

Baca Juga:  Ganti Energi Kotor Jadi Energi Bersih, PLN Bangun ALMA di Pelabuhan ASDP

Peluncuran perdana BAMFES turut diresmikan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, yang menyampaikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

“Terus berkarya, terus berjaya, ayomi UMKM kita sehingga bisa tumbuh bersama. Kalau satu terangkat, semuanya ikut terangkat.” ujarnya saat membuka acara.

“BAMFES Fashion Meets Local Soul bukan hanya tagline, tetapi semangat untuk menjadikan fashion sebagai jembatan antara kreativitas, budaya, dan kesejahteraan masyarakat Bali,” tutup Yongki Perdana.

Dunia fashion dan UMKM Bali bersatu dalam satu panggung melalui peluncuran perdana Bali Fashion Market Festival (BAMFES) 2025 yang digelar di Swiss-Belresort Pecatu, Badung pada Minggu 26 Oktober 2025.
Dunia fashion dan UMKM Bali bersatu dalam satu panggung melalui peluncuran perdana Bali Fashion Market Festival (BAMFES) 2025 yang digelar di Swiss-Belresort Pecatu, Badung pada Minggu 26 Oktober 2025. Sumber foto: den/ub

Putri Koster juga menegaskan pentingnya kontinuitas kegiatan seperti BAMFES agar memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Pimpin Pertemuan “Pemuda Badung Bangkitâ€? Bersama Yowana se-Kabupaten Badung

“Kalau hanya sekali tidak cukup. Sesuatu yang dilakukan terus-menerus dan konsistenlah yang akan membawa hasil sesuai harapan,” ucap Putri Koster.

Mengusung konsep Resort Wear Bohemian, acara peluncuran menampilkan fashion show dari Professional Model YMM Model Management, yang memperagakan koleksi dari desainer dan brand ternama seperti Linnet, Mantap, dan Komang Tri Jewelry.

Selain peragaan busana, BAMFES juga menghadirkan Pop-Up Market UMKM Bali, performance art, live acoustic, hingga DJ set yang menambah semarak suasana sore di kawasan Pecatu.

BAMFES dirancang sebagai program jangka panjang dengan dua format utama yakni Regular Event, digelar setiap bulan dengan konsep fashion market, mini runway show, dan showcase produk UMKM dan Big Annual Event, acara tahunan berskala besar yang menghadirkan desainer nasional, pameran produk kreatif, serta pertunjukan seni budaya.

Baca Juga:  Ketua Dekranasda Bali Membuka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 2 Tahun 2022
BAMFES ini dirancang sebagai wadah berkelanjutan bagi desainer, brand fashion, serta pelaku UMKM Bali untuk saling terhubung, berinovasi, dan tumbuh bersama.
BAMFES ini dirancang sebagai wadah berkelanjutan bagi desainer, brand fashion, serta pelaku UMKM Bali untuk saling terhubung, berinovasi, dan tumbuh bersama. Sumber foto: den/ub

Presiden Direktur PT Tujuh Havenindo Hotel, Ricky Teguh Utama Argawa, selaku pemilik Swiss-Belresort Pecatu, menyambut positif penyelenggaraan BAMFES.

“Festival ini menjadi peluang besar bagi UMKM dan pengrajin Bali untuk memperluas pasar. Selain mendorong perekonomian lokal, event seperti ini juga bisa menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.

Melalui gerakan kolaboratif ini, BAMFES diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif Bali, sekaligus memperkuat citra Pulau Dewata sebagai pusat mode dan budaya dunia.(den/ub)