Bali dan China Perkuat Kerja Sama, Gubernur Koster Bidik Investasi Energi Bersih dan Pariwisata

0
23
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peringatan HUT ke-77 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok sekaligus mendorong peningkatan kerja sama Bali dan Tiongkok di berbagai sektor.
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peringatan HUT ke-77 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok sekaligus mendorong peningkatan kerja sama Bali dan Tiongkok di berbagai sektor. Sumber foto : Humas Pemprov Bali/updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (1949-2026) dalam acara yang berlangsung di Bali Beach Convention Center, Sanur, Selasa, 29 September 2026.

Di hadapan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng, Koster menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Republik Rakyat Tiongkok semakin maju. Ia juga berharap hubungan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Tiongkok serta Pemerintah Provinsi Bali dengan Tiongkok terus diperkuat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, kami menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun ke-77 Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok,” ujar Koster.

Koster juga menyampaikan apresiasi kepada Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. Ia berharap hubungan tersebut dapat terus berkembang di masa mendatang.

Menurut Koster, hubungan Bali dan Tiongkok telah terjalin sejak lama, baik secara historis maupun melalui berbagai kerja sama. Hubungan tersebut mencakup sektor budaya, ekonomi, perdagangan, ekspor buah-buahan dan industri kerajinan rakyat, pariwisata, hingga pendidikan.

Kerja sama di bidang pariwisata juga terus berkembang. Hingga 31 Agustus 2026, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Bali telah mencapai lebih dari 400 ribu orang.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Kunjungi Pengolahan Sampah Organik Tong Komposter di Desa Sibang Kaja

Koster turut menyinggung kerja sama terbaru antara Pemerintah Republik Indonesia dan Tiongkok di Bali melalui pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang telah melakukan groundbreaking pada 8 Juli 2026.

Proyek yang dikerjakan Weiming Environment Protection Co., Ltd tersebut ditargetkan selesai pada Oktober 2027 dan dapat beroperasi pada November atau Desember 2027. Fasilitas ini nantinya mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari, terutama dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Koster berharap kerja sama Bali dan Tiongkok dapat semakin berkembang, termasuk dalam peluang investasi di sektor energi bersih.

Ia menyebut salah satu proyek yang sedang diproses oleh PT PLN adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali dengan kapasitas 1.000 hingga 1.500 MWp.

“Saya mendengar, China selain memiliki keunggulan teknologi, juga memiliki dana yang cukup, sehingga investasi dari China ke Bali untuk mewujudkan energi bersih sangat kami harapkan guna mendukung Bali Mandiri Energi,” katanya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng, mengatakan hubungan Tiongkok dan Indonesia saat ini berada pada masa terbaik dalam sejarah.

Baca Juga:  PUPAR Unud Berbagi Strategi Pengembangan Pariwisata kepada Perangkat Desa Tulungrejo

Ia menyampaikan bahwa Tiongkok tidak hanya berupaya memajukan negaranya sendiri, tetapi juga memperhatikan kepentingan dunia dan kemanusiaan. Menurutnya, Presiden Xi Jinping telah mengajukan berbagai inisiatif global yang menempatkan pembangunan sebagai prioritas, mendorong keamanan bersama, saling menghormati peradaban, serta mewujudkan tata dunia yang beragam dan tertib dalam menghadapi tantangan global.

Zhang menegaskan Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia untuk melaksanakan kesepakatan strategis para pemimpin kedua negara, membangun komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-Indonesia, serta memajukan kerja sama berkualitas tinggi di bawah Belt and Road Initiative.

Ia juga menyatakan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar akan terus menjadi jembatan penghubung dalam memperdalam dan memperluas kerja sama antarwilayah guna mendukung perkembangan hubungan kedua negara.

Menurut Zhang, dalam setahun terakhir upaya membangun Komunitas Masa Depan Bersama Tiongkok-Indonesia telah menghasilkan berbagai capaian. Dari sisi politik, Pemerintah Tiongkok telah mengundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk menghadiri KTT APEC di Tiongkok pada November tahun ini.

Di bidang kebencanaan, telah diluncurkan Program Kemitraan Tanggap Darurat Berbasis Masyarakat Indonesia yang dijalankan oleh Tim Penyelamat Kesejahteraan Masyarakat Shenzhen melalui pelatihan layanan publik di Denpasar dan Buleleng untuk meningkatkan kemampuan tanggap darurat dan pengurangan risiko bencana.

Baca Juga:  Prestasi Kuliner Gemilang, The Apurva Kempinski Bali Lahirkan Chef Berbakat

Dari sektor ekonomi, Zhang menyebut Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar sekaligus salah satu sumber investasi asing bagi Indonesia. Khusus di Bali, salak Bali telah berhasil memasuki pasar Tiongkok dan ekspor produk laut melalui rantai pendingin terus berkembang.

Ia juga menyebut penerbangan langsung Beijing-Denpasar telah kembali beroperasi. Selain itu, Provinsi Yunnan sebagai provinsi sahabat Bali telah melaksanakan tahap ketiga proyek kerja sama pariwisata pertanian lestari di Kabupaten Tabanan.

Zhang turut menyoroti peran PT General Energy Bali (China Huadian Corporation) dalam menjaga kestabilan pasokan listrik di Bali. Selain itu, proyek PSEL Bali yang didanai Weiming Environment Protection Co., Ltd telah mulai dibangun dan diperkirakan selesai dalam satu setengah tahun ke depan.

Menurutnya, proyek tersebut akan membawa gagasan serta teknologi maju Tiongkok dalam pengelolaan lingkungan hidup di Bali.

Di bidang budaya, Zhang menyampaikan pematung Bali telah berpartisipasi dalam Festival Internasional Salju dan Es Harbin selama beberapa tahun berturut-turut, sementara musisi Bali juga telah tampil di Shanghai, Guangzhou, dan sejumlah kota lainnya di Tiongkok.(yud/updatebali)