spot_img
spot_img
BerandaBaliArja Klasik 'Panca Yowana Kanti' Getarkan Panggung PKB XLVI dengan Kisah Kerajaan...

Arja Klasik ‘Panca Yowana Kanti’ Getarkan Panggung PKB XLVI dengan Kisah Kerajaan Daha

UPDATEBALI.comDENPASAR – Parade seni Arja Klasik “Panca Yowana Kanti” dari Penyatusan Abian Kapas-Ketapian, Kelurahan Sumerta, menjadi sorotan utama dalam gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI tahun 2024 di Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar pada Senin 17 Juni 2024.

Dalam pementasan yang mengangkat cerita Kerajaan Daha ini, para seniman muda turut meramaikan acara sebagai Duta Kota Denpasar, memukau penonton dengan keahlian mereka.

Baca Juga:  Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan Tampil Memukau di PKB 2026, Angklung Kebyar Legian Curi Perhatian

Pementasan ini disaksikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Denpasar, Raka Purwantara, bersama jajarannya, Camat Denpasar Timur Ni Ketut Sri Karyawatu, serta berbagai tokoh masyarakat setempat. Para penggemar Arja Klasik Bali juga memenuhi tempat duduk mereka untuk menikmati keindahan tari dan cerita yang ditampilkan.

Lurah Sumerta, I Wayan Eka Apriana, SST.Par, menjelaskan bahwa “Panca Yowana Kanti” mengisahkan Pangrabdaning Guna Sakti dari Kerajaan Daha. Kisah ini menggambarkan perjalanan Diah Candra Dewi dan Diah Trenggini, dua putri dari permaisuri Kerajaan Daha, dalam persaingan cinta yang memikat hati penonton.

Baca Juga:  Sanggar Citta Usadhi Hipnotis Penonton Lewat Arja Klasik 'Sirnaning Dirada Sungsang' di PKB 2025

Pementasan yang dibawakan oleh Sekaha Arja Panca Yowana Kanti ini dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai Soman, dengan konseptor dan pembina Arja oleh Ni Wayan Ranten. Keindahan gerak tari dipadukan dengan suara yang merdu dari Ni Wayan Rimit, Ni Nyoman Nik Suasti, dan Sang Ketut Pesan Sandiyasa. Sementara itu, harmoni musik tabuhan didukung oleh Made Sudarsana dan Made Dwijarsana.

Baca Juga:  Kolaborasi dengan Pakar Lingkungan, Pertamina Percepat Pemulihan Ekosistem Mangrove di Benoa

“Penampilan mereka berhasil mengekspresikan pesona dan keindahan Arja Klasik Bali, menghidupkan kembali warisan budaya dalam Pesta Kesenian Bali tahun ini,” ungkap Eka Apriana.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments