UPDATEBALI.com, GIANYAR – Aparat kepolisian tengah memeriksa kelayakan fasilitas lift yang digunakan oleh hotel, resor, dan penyedia jasa akomodasi sejenis di Bali, setelah terjadi insiden putusnya tali seling lift di Ayu Terra Resort Ubud, Gianyar, Bali. Insiden ini menyebabkan lima orang karyawan tewas.
“Kami ingin memastikan wisatawan yang datang ke Bali dapat bersenang-senang tanpa khawatir tentang keselamatan. Oleh karena itu, kami sebagai aparat bertanggung jawab untuk memastikan semua fasilitas di Bali aman digunakan,” kata Kepala Kepolisian Sektor Ubud, Komisaris Polisi Made Uder, saat ditemui di lokasi kejadian pada hari Senin.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kelayakan lift ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para wisatawan yang berkunjung, khususnya ke daerah Ubud, Bali. Pemeriksaan ini sudah dimulai sejak hari Minggu di beberapa penginapan.
Made Uder, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Operasi Polresta Denpasar, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan di beberapa penginapan, polisi menemukan satu penginapan yang menggunakan lift terbuka, mirip dengan yang ada di Ayu Terra Resort. Namun, pemilik resor tersebut menjelaskan bahwa lift hanya digunakan untuk mengangkut barang-barang dan memiliki panjang sekitar 30 meter.
Selain melakukan pemeriksaan di tempat-tempat penginapan di Ubud, polisi juga berencana memanggil semua pemilik hotel, resor, dan vila untuk memberikan dokumen yang menunjukkan kelayakan dan perawatan fasilitas yang digunakan dalam akomodasi yang mereka sediakan.
“Semua manajemen akomodasi yang memiliki lift akan dipanggil ke polsek. Kami meminta dokumen perawatan lift tersebut. Kami tidak hanya mengandalkan keterangan lisan,” tambahnya.
Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Gianyar telah memeriksa 11 orang saksi, termasuk dua orang kontraktor dan sembilan orang lainnya yang merupakan karyawan Ayu Terra Resort. Hingga saat ini, belum ada tersangka yang diidentifikasi dalam insiden ini.
Pada hari Senin sore, beberapa personel dari Polsek Ubud dan Inafis Polda Bali melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Aktivitas di lokasi tersebut tampak sepi karena tamu-tamu resor telah dipindahkan ke tempat lain untuk kenyamanan mereka.
Dari pantauan di lokasi, area sekitar lift yang menjadi tempat terjadinya insiden tewasnya lima karyawan telah diberi garis polisi.
Sebelumnya, pada hari Jumat, 1 September 2023, sekitar pukul 13.00 Wita, lift di Ayu Terra Resort Ubud dilaporkan putus, mengakibatkan lima orang karyawan tewas. Menurut laporan dari Polsek Ubud, kecelakaan ini diduga disebabkan oleh putusnya tali seling baja yang digunakan sebagai penarik lift yang di atasnya ada lima orang karyawan Ayu Terra Resort. Lift itu kemudian meluncur ke bawah dengan cepat dan jatuh ke jurang.
Polisi menduga bahwa tali seling baja lift tersebut tidak mampu menahan beban yang cukup berat di atasnya, dan sistem pengaman atau rem lift mungkin tidak berfungsi, sehingga lift meluncur dengan kecepatan tinggi ke bawah.
Kompol Made Uder mengatakan penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan polisi, namun ada dugaan bahwa saat kejadian, tali seling baja yang menjadi penarik lift putus ketika lima korban hampir mencapai titik pemberhentian lift.
Korban-korban dalam peristiwa ini adalah Sang Putu Bayu Adi Krisna (19), Ni Luh Supernigsih (20), I Wayan Aries Setiawan (23), Kadek Hardiyanti (24), dan Kadek Yanti Pradewi (19). Dua di antara mereka, yaitu Kadek Hardiyanti dan Sang Putu Bayu Adi Krisna, meninggal di tempat kejadian, sementara tiga korban lainnya meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Payangan, Gianyar. (ub/ant)





