spot_img
spot_img
BerandaNewsAntrian Panjang di SPBU, Sopir Truk Mengeluh Tak Dapat Solar

Antrian Panjang di SPBU, Sopir Truk Mengeluh Tak Dapat Solar

 

UPDATEBALI.com, BULELENG – Antrian panjang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di beberapa wilayah di Kabupaten Buleleng. Sejumlah sopir truk tersebut mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan solar, pada Selasa 6 Juni 2023.

Salah seorang sopir truk asal Desa Sambangan, Buleleng bernama Made Astawa (65) mengaku tidak mendapat bahan bakar minyak (BBM) jenis solar solar Minggu 4 Juni 2023, Astawa juga sudah berusaha mencari keliling seperti ke SPBU Anturan hingga ke SPBU Sangsit namun masih tidak dapat. 

Baca Juga:  Pemotor Meninggal Dunia Usai Ditabrak Kendaraan Roda Empat Tidak Dikenal di Desa Temukus

"Sempat keliling gak ada terpaksa saya pulang. Saya gak tau ini gara-gara apa," Ucap salah seorang sopir truk, Made Astawa.

Lebih lanjut, Astawa mengatakan terpaksa tidak bekerja akibat tidak adanya BBM jenis solar ini, sehingga dirinya tidak mendapat penghasilan sama sekali untuk kebutuhan sehari-hari. Astawa berharap permasalahan tersebut cepat teratasi.

Baca Juga:  Kemenpan RB Perkenalkan LAPOR! kepada Mahasiswa Bali melalui Kegiatan Lapor! Goes to Campus

"Gak kerja saya, penghasilan saya hilang dah. Saya gak dapat penghasilan sama sekali," Ujar Astawa.

Disisi lain, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan memang ada laporan terkait permasalahan tersebut, sehingga Selasa malam pihaknya langsung mengirimkan BBM ke SPBU terkait. 

"Sudah dilakukan pengiriman sekitar jam 7 malam kemarin. Untuk stok solar tidak ada kelangkaan. kita 
salurkan sesuai penebusan kuota solar dari SPBU terkait," Jelas Ahad Rahedi.

Baca Juga:  Peringatan HUT ke-80 RI di Buleleng, Bupati Sutjidra Dorong Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Pembinaan Generasi Muda

Kemudian untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Ahad Rahedi menyatakan akan tetap melakukan monitoring penebusan ke SPBU lainnya untuk mengurangi antrian yang terjadi. Pihaknya juga akan berkoordinasi lebih lanjut terkait adanya laporan tersebut.

"Untuk antrian kemungkinan disebabkan peningkatan jumlah kendaraan mengisi BBM di waktu bersamaan. Kita juga akan koordinasikan," Pungkasnya. (dna/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments