Perayaan HUT RSU Dharma Yadnya, Putri Koster Soroti Pentingnya Pelayanan Setara bagi Masyarakat

0
347
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mengingatkan tenaga kesehatan RSU Dharma Yadnya untuk memberikan pelayanan prima bagi semua pasien, baik BPJS maupun non-BPJS, tanpa membedakan latar belakang ekonomi.
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mengingatkan tenaga kesehatan RSU Dharma Yadnya untuk memberikan pelayanan prima bagi semua pasien, baik BPJS maupun non-BPJS, tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, mengingatkan tenaga kesehatan agar memberikan pelayanan yang prima dan setara kepada seluruh pasien tanpa membedakan latar belakang ekonomi.

Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan HUT ke-39 Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya di Denpasar, Minggu, 15 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster menyoroti masih adanya persepsi perbedaan pelayanan antara pasien BPJS Kesehatan, pasien mandiri, maupun pasien asuransi. Menurutnya, seluruh pasien memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Sering ibu melihat di rumah sakit ada perbedaan pelayanan bagi pasien BPJS, mandiri maupun asuransi. Padahal bagaimanapun pasien tetap membayar. Jadi kita jangan seperti itu, apalagi ini rumah sakit pemerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa rumah sakit milik pemerintah seharusnya memberikan perhatian besar kepada pasien peserta BPJS Kesehatan, sehingga tenaga kesehatan mulai dari dokter, bidan, perawat hingga tenaga medis lainnya terbiasa memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga lapisan paling bawah tanpa memandang status sosial.

Baca Juga:  Ratusan Warga Kota Denpasar, Terima Paket Bantuan Aksi Sosial 'Menyapa, Bergerak, Bekerja dan Berbagi'

“Jangan membeda-bedakan sikap dan perlakuan kita. Fokus utama kita adalah menangani penyakitnya agar pasien segera sembuh,” tegasnya.

Sebagai Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster juga menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Bali. Meski saat ini Posyandu telah bertransformasi melalui program Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, ia menilai sektor kesehatan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pengelolaan rumah sakit tidak hanya membutuhkan keahlian medis, tetapi juga kemampuan manajemen yang baik dan dukungan dari seluruh jajaran.

Baca Juga:  Kapolri Jenguk Pasien Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

“Jadi kita harus bekerja sama dan sama-sama bekerja. Bapak Gubernur dan Bapak Direktur Rumah Sakit tidak akan sukses tanpa dukungan seluruh jajarannya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-39 kepada Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya serta memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dengan masa pengabdian terpanjang.

“Maju terus. Selamat ulang tahun ke-39 untuk Rumah Sakit Dharma Yadnya. Semoga rumah sakit ini terus tumbuh dan berkembang,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya, Kadek Iwan Darmawan, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan motivasi yang diberikan Ketua TP Posyandu Provinsi Bali kepada jajaran tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.

Baca Juga:  Putri Koster Hadiri Pengukuhan Pasikian Yowana Bali Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota dan Kecamatan se-Bali

Ia berharap dukungan tersebut dapat memacu semangat tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Terima kasih atas motivasi dan bimbingan Ibu. Ke depan semoga Rumah Sakit Dharma Yadnya dapat terus berkembang dan mampu mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujar Kadek Iwan Darmawan.

Di akhir kunjungan, Putri Koster bersama jajaran manajemen rumah sakit melakukan visitasi ke beberapa bangsal perawatan, khususnya ruang rawat inap kelas III bagi pasien BPJS Kesehatan, sekaligus menyerahkan bingkisan kepada pasien.

Sebagai informasi, Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya sebelumnya dihibahkan oleh Yayasan Rsi Markandeya kepada Pemerintah Provinsi Bali pada akhir 2023 dan sejak 1 Juli 2025 beroperasi penuh di bawah Pemprov Bali dengan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).(yud/ub)