UPDATEBALI.com, BADUNG – Perhelatan Badung Çaka Fest 2026 yang menampilkan lomba ogoh-ogoh dari para Sekaa Teruna se-Kabupaten Badung resmi berakhir.
Penutupan festival budaya ini dilakukan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu 8 Maret 2026.
Selama tiga hari pelaksanaan, festival ini menghadirkan 21 ogoh-ogoh terbaik karya generasi muda dari berbagai desa di Kabupaten Badung yang menampilkan kreativitas seni tinggi menjelang Hari Raya Nyepi.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menampilkan karya terbaik sekaligus menjaga ketertiban selama festival berlangsung.
“Pemerintah Kabupaten Badung menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kreativitas luar biasa serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban sehingga lomba ogoh-ogoh ini dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang sejak awal hingga akhir acara tetap menjaga sikap tertib saat menyaksikan jalannya festival. Menurutnya, kedisiplinan penonton menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan sebuah event budaya.
Lebih lanjut, Adi Arnawa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Badung Çaka Festival di masa mendatang. Ia bahkan menargetkan pelaksanaan festival pada tahun 2027 akan digelar lebih meriah dengan fasilitas yang lebih baik bagi peserta maupun penonton.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah penataan area pertunjukan yang lebih nyaman serta pemasangan layar LED berukuran besar di beberapa titik lokasi acara agar masyarakat dapat menyaksikan setiap penampilan ogoh-ogoh dengan lebih jelas.
Di hadapan awak media usai acara, Bupati Adi Arnawa menilai kualitas ogoh-ogoh yang tampil tahun ini sangat mengesankan. Tingginya tingkat kreativitas para peserta bahkan membuat tim juri menghadapi tantangan dalam menentukan pemenang.
“Saya melihat karya ogoh-ogoh tahun ini sangat luar biasa. Kreativitas para sekaa teruna sangat tinggi sehingga tentu menjadi tantangan tersendiri bagi dewan juri dalam menentukan yang terbaik,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Badung memiliki banyak talenta muda di bidang seni dan budaya yang patut mendapat ruang untuk terus berkembang.
Ia juga menegaskan bahwa lomba ogoh-ogoh tidak hanya menjadi bagian dari tradisi menjelang Nyepi, tetapi juga merupakan wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan ide dan kreativitas secara positif.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak muda kita untuk mengekspresikan gagasan kreatif mereka sekaligus ikut melestarikan seni dan budaya Bali,” jelasnya.
Bupati Adi Arnawa juga memberikan pesan kepada para pemenang agar tetap rendah hati dan terus berkarya, sementara peserta yang belum meraih juara diharapkan tetap menjadikan ajang ini sebagai motivasi untuk terus berinovasi di masa mendatang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan seni tradisi, Pemkab Badung juga memberikan bantuan hibah kepada karya ogoh-ogoh yang dinilai layak tampil di Puspem Badung, meskipun tidak meraih posisi juara.
Acara penutupan turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Badung, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung, serta tokoh organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Badung.(den/ub)





