spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungInflasi Badung Terendah di Bali, Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Rapat Pengendalian...

Inflasi Badung Terendah di Bali, Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Rapat Pengendalian Harga

UPDATEBALI.com BADUNGWakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta memimpin Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, tepatnya di Ruang Nayaka Gosana I, Kamis, 5 Maret 2026.

Rapat ini membahas evaluasi perkembangan inflasi sekaligus merumuskan langkah strategis dalam pengendalian harga komoditas pangan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Perum Bulog Provinsi Bali, Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung, Direktur Utama PD Pasar Badung, serta jajaran tim terkait guna memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal.

Dalam arahannya, Wabup Bagus Alit Sucipta mengapresiasi kinerja TPID yang dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi daerah. Sepanjang tahun 2025, inflasi Kabupaten Badung tercatat sebesar 2,37 persen, masih berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5 ± 1 persen serta lebih rendah dibandingkan inflasi tingkat provinsi maupun nasional.

Baca Juga:  Bupati Bangli Buka Kontes Anjing Kintamani

“Capaian ini menunjukkan koordinasi dan langkah pengendalian yang kita lakukan berjalan efektif. Namun kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per 2 Maret 2026, inflasi Februari 2026 di Badung tercatat 1,04 persen secara bulanan (month to month) dengan angka tahunan (year on year) sebesar 3,06 persen. Angka tersebut menempatkan Badung sebagai wilayah dengan inflasi terendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Bali.

Baca Juga:  Bupati Tamba Dukung Pembangunan Krematorium di Jembrana

Beberapa komoditas yang memicu kenaikan harga antara lain cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, tomat, minyak goreng, bawang merah, dan beras. Selain faktor cuaca yang memengaruhi pasokan, peningkatan permintaan menjelang Ramadan juga menjadi pemicu kenaikan harga.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Badung bersama TPID akan memperketat pemantauan harga di pasar, memastikan kelancaran distribusi pangan, serta mengoptimalkan operasi pasar dan program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat, Pemkab Badung juga menyalurkan bantuan stimulus sebesar Rp2 juta per kepala keluarga bagi umat Muslim yang merayakan Idul Fitri.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Serahkan SK Kepala Sekolah, Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Inovatif

Wabup menegaskan bahwa stabilitas harga tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak.

“Kami berharap koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung Made Agus Aryawan menjelaskan bahwa rapat evaluasi ini rutin digelar setiap tiga bulan. Selain membahas perkembangan inflasi, pertemuan juga memaparkan realisasi investasi periode 2021–2025.

Menurutnya, meskipun sektor pangan masih relatif kurang diminati investor, Pemerintah Kabupaten Badung tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga pangan demi kesejahteraan masyarakat.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments