
UPDATEBALI.com, DENPASAR – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri acara Buka Puasa Bersama di Musholla Thoriqussalam, Sanur, Denpasar Selatan, Minggu, 22 Februari 2026 petang.
Kegiatan rutin di bulan suci Ramadan ini digelar untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa toleransi, dan menjaga kerukunan antarumat beragama dengan menghormati tradisi dan kebudayaan berbagai agama yang ada di Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, FKUB Kota Denpasar, Perbekel Desa Sanur Kauh I Made Ada, MUI Kota Denpasar, serta warga muslim setempat. Musholla Thoriqussalam juga menyerahkan bantuan kepada relawan sampah Desa Sanur Kauh sebagai wujud kepedulian sosial.
Sejak menjelang waktu berbuka, ratusan umat muslim silih berganti memasuki musholla. Sementara menunggu adzan Maghrib, suasana tampak hangat dan akrab: anak-anak bermain, para tetua bercerita, dan jamaah saling bersalaman, menambah khidmatnya nuansa Ramadan.
Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa momentum buka puasa bersama ini mencerminkan harmonisasi hubungan antarumat beragama di Kota Denpasar.
Ia menekankan pentingnya asas menyama braya dalam semua elemen masyarakat untuk mendukung kelancaran pembangunan nasional, khususnya di wilayah Denpasar.
“Semoga kita semua diberkati dan bertambah iman di bulan suci ini. Dengan ketakwaan dan iman yang kuat, kerukunan antar dan intern umat beragama dapat tercipta serta kita semua dapat berpartisipasi dalam berbagai program pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh umat beragama di Denpasar untuk menjaga persatuan, kesatuan, dan saling toleransi. Hal ini selaras dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam, yang berarti “kita semua bersaudara”.
Sementara itu, Ketua Musholla Thoriqussalam, Ustad H. Hadi Suyitno, menekankan bahwa kehadiran pemerintah kota beserta jajaran dalam acara ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun hubungan harmonis antara umat beragama dan pemerintah. Ia menambahkan bahwa hubungan baik antara umat muslim dan masyarakat mayoritas Hindu di Bali hingga kini tetap terjaga.
“Terima kasih kepada Walikota Denpasar beserta jajaran yang hadir. Kehadiran ini membantu menumbuhkan rasa menyama braya dan semangat Vasudhaiva Kutumbakam dalam berbagai kegiatan, sebagai cerminan budaya lokal Bali,” ungkapnya.(per/ub)


