UPDATEBALI.com, DENPASAR – Menyusul informasi adanya sejumlah pohon mangrove yang mati mendadak di kawasan barat pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan, Pertamina Patra Niaga bersama tim Polairud melakukan pengecekan langsung di lokasi, Jumat 20 Februari 2026.
Isu yang beredar menyebutkan dugaan kebocoran pipa BBM sebagai penyebab kerusakan vegetasi mangrove tersebut. Merespons hal itu, tim dari Terminal BBM Sanggaran yang merupakan terminal terdekat segera melakukan pemeriksaan lapangan bersama aparat kepolisian perairan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad, menjelaskan bahwa dari hasil pengecekan visual awal tidak ditemukan adanya lapisan minyak di permukaan air maupun aroma menyengat bahan bakar minyak di sekitar lokasi.
Selain peninjauan lapangan, perwakilan Terminal BBM Sanggaran juga menghadiri rapat koordinasi yang digelar Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali guna membahas langkah lanjutan penanganan kejadian tersebut.
“Sebagai tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga melalui Terminal BBM Sanggaran akan melaksanakan pengecekan kronologis kegiatan operasional terkait sepanjang beberapa bulan terakhir, terutama terkait pekerjaan pipanisasi di sekitar area Benoa,” papar Ahad.
Ia menambahkan, perusahaan berkomitmen menjalankan seluruh proses bisnis sesuai kaidah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), termasuk melakukan pengawasan rutin sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Ke depan, Pertamina juga menyatakan kesiapan mempercepat upaya pemulihan kawasan mangrove apabila ditemukan dampak lingkungan. Proses rehabilitasi tersebut akan dikoordinasikan bersama perusahaan lain yang memiliki aktivitas operasional di kawasan Benoa, sesuai arahan DKLH Provinsi Bali.
“Saat ini, Pertamina dalam proses investigasi lebih lanjut terkait operasional termasuk pengecekan ekosistem terdampak untuk memastikan penyebab matinya pohon mangrove secara mendadak di kawasan Benoa. Pertamina mengucapkan terimakasih kepada pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, APH, dan lembaga setempat yang telah turut bekerjasama dalam proses pengecekan dan pemulihan kawasan,” tutup Ahad.
Sebagai informasi tambahan, masyarakat dapat mengakses layanan produk dan pengaduan melalui Pertamina Contact Center di nomor 135.(yud/ub)





