spot_img
spot_img
BerandaKesraPerayaan Imlek di Kelenteng Tertua di Kota Palu Secara Sederhana

Perayaan Imlek di Kelenteng Tertua di Kota Palu Secara Sederhana

UPDATEBALI.com, Kota Palu  – Perayaan Tahun Baru Imlek 2573 di Kelenteng Maga Budhi, kelenteng tertua di Kota Palu, Sulawesi Tengah, digelar warga keturunan Tionghoa di daerah itu, secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan karena masih pandemi COVID-19, Selasa (1/2).

Ketua Paguyuban Marga Tionghoa Indonesia (PMTI) Sulteng Wijaya Chandra di Palu, Selasa, mengatakan prosesi persembahyangan di kelenteng yang dibangun pada 1942 itu menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan imbauan pemerintah guna mengantisipasi penularan virus.

Baca Juga:  Ratusan Pejabat Struktural di Jembrana Disetarakan Menjadi Fungsional

“Pengunjung wajib menggunakan masker, menjaga jarak, dan kami batasi. Artinya secara bergantian masuk ke dalam (kelenteng, red.),� kata dia.

Selain itu, Kelenteng Maga Budhi Kota Palu mendapat penjagaan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, TNI, dan Polri di daerah setempat.

“Dijaga ketat agar perayaan Imlek tetap berjalan dengan lancar dan aman,� kata dia.

Wijaya menjelaskan Kelenteng Maga Budhi dibangun oleh keluarga Nyonya Phan A Lin. Kelenteng yang saat ini dikelola Yayasan Karuna Dipa itu, menjadi tempat pertemuan warga etnis Tionghoa yang tinggal di Kota Palu.

Baca Juga:  Bupati Sedana Arta Terima Penghargaan SAKIP & RB AWARD 2021

Kelenteng berlokasi di Jalan Gajah Mada Kelurahan Ulujadi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu ini, sering dikunjungi warga etnis Tionghoa yang ingin menjalankan tradisi budaya mereka.

“Kelenteng ini tidak pernah sepi tetapi semenjak pandemi pengunjung dibatasi. Sembahyang sekaligus bertemu di kelenteng ini,� katanya.

Hingga saat ini, Kelenteng Maga Budhi Kota Palu masih terlihat kokoh dan terawat dengan baik.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Launching Operasional Truck Compactor

“Dulu ini kelenteng keluarga tetapi setelah pendiri kelenteng ini meninggal maka diserahkan kepada yayasan dan dijadikan umum,� katanya.

Dia mengatakan Kelenteng Maga Budhi mendapat perhatian khusus sebagai kelenteng tertua di Kota Palu. Kelenteng ini juga telah diperluas agar bisa menampung pengunjung dalam jumlah besar.

“Tidak bisa kita mungkiri sejak pandemi pengunjung berkurang, tetapi tetap kami perhatikan kelenteng ini agar tetap kokoh,� demikian Wijaya. (ub/ant)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments