Trekking di TNBB, WNA Amerika Serikat Ditemukan Meninggal Dunia

0
201
Proses evakuasi jenazah WNA asal Amerika Serikat yang meninggal dunia saat melakukan aktivitas trekking di Kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).
Proses evakuasi jenazah WNA asal Amerika Serikat yang meninggal dunia saat melakukan aktivitas trekking di Kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Sumber foto: dna/ub

UPDATEBALI.com, BULELENG – Seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat dilaporkan meninggal dunia pada Jumat 30 Januari 2026 sekitar pukul 10.30 Wita saat menikmati wisata trekking di Kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) tepatnya Wilayah Banjar Dinas Teluk Terima, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Setelah dilaporkan aparat kepolisian bersama petugas TNBB bergerak cepat untuk melakukan penanganan ke lokasi kejadian. Berdasarkan laporan yang diterima korban bernama Brad Alan (61) WNA asal Amerika Serikat yang kala itu sedang menikmati wisata trekking.

Baca Juga:  FH Unud Hadiri Kegiatan Badan Kerja Sama Dekan FH PTN Wilayah Timur

“Kejadianya hari Jumat kamarin, korban datang ke kawasan TNBB untuk melakukan aktivitas trekking dengan didampingi seorang pemandu. Namun saat baru menempuh jarak sekitar 100 meter, korban mengalami sesak napas, kehilangan kesadaran, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” Terangnya, Minggu 1 Februari 2026.

Semua bermula saat korban yang memulai trekking sekitar pukul 10.00 Wita dengan dipandu saksi bernama Bargianto. Saat berada di jalur hutan, korban tiba-tiba terlihat berpegangan pada batang pohon dalam kondisi napas tersengal-sengal. Pemandu kemudian memapah korban untuk duduk beristirahat.

Baca Juga:  Polisi Evakuasi jasad WNA asal Australia Meninggal di Perumahan Taman Mumbul

“Beberapa saat kemudian korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Saksi langsung menghubungi pihak TNBB untuk meminta bantuan evakuasi,” Jelas dia.

Sekitar pukul 10.30 Wita, tim TNBB tiba di lokasi dan mengevakuasi korban menuju Puskesmas Melaya II, Kabupaten Jembrana, guna mendapatkan pertolongan medis. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kesehatan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan awal dari tenaga medis korban meninggal dunia akibat kelelahan saat melakukan aktivitas trekking,” Imbuh IPTU Yohana.

Baca Juga:  Bupati Tamba Buka Pameran Bonsai

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSU Jembrana untuk penanganan lebih lanjut sambil menunggu kedatangan pihak keluarga. Pihak pengelola hotel tempat korban menginap juga telah berkoordinasi dengan Konsulat Amerika Serikat terkait proses penanganan jenazah.

“Dari hasil koordinasi, sementara pihak keluarga dan pengelola hotel menyatakan tidak dilakukan visum maupun autopsi, sambil menunggu keputusan dari keluarga korban,” Tandas dia.(Dna/ub)