Toko Pulsa Berubah Jadi Pusat Layanan Keuangan, Agen BRILink di Kediri Tabanan Bantu Ekonomi Warga

0
616
Dari toko pulsa sederhana, Agen BRILink Wijaya Group kini menjadi andalan layanan keuangan masyarakat sekitar di Tabanan.
Dari toko pulsa sederhana, Agen BRILink Wijaya Group kini menjadi andalan layanan keuangan masyarakat sekitar di Tabanan. Sumber foto : Bank BRI

UPDATEBALI.com, TABANAN — Berawal dari sebuah toko produk digital sederhana, layanan keuangan kini hadir lebih dekat bagi warga di kawasan Kediri, Kabupaten Tabanan.

I Putu Ananta Wijaya, pemilik Agen BRILink Wijaya Group, berhasil mengembangkan usahanya menjadi pusat transaksi perbankan digital yang menopang kebutuhan masyarakat sekitar sekaligus menghidupi keluarganya.

Ananta mulai bergabung sebagai Agen BRILink sejak 2018. Keputusan tersebut muncul setelah melihat banyak pelanggan tokonya mengalami kesulitan melakukan pembayaran non-tunai karena keterbatasan fasilitas perbankan di wilayah tersebut. Jarak ATM yang cukup jauh membuat transaksi keuangan warga menjadi kurang efisien.

“Waktu itu banyak pelanggan mau bayar pakai kartu atau transfer, tapi di sekitar sini belum ada mesin. ATM juga jauh. Akhirnya saya coba daftar jadi agen BRILink,” ujarnya.

Baca Juga:  Usul Damai, Jaksa Tunggu Pelimpahan Tersangka dan Barang Bukti Insiden Nyepi Sumberklampok

Pada tahap awal, layanan BRILink yang digunakannya masih berbasis web dan mengharuskan penggunaan kartu ATM nasabah, sehingga dinilai kurang praktis. Namun, beberapa bulan kemudian Ananta memperoleh mesin EDC BRILink yang membuat proses transaksi jauh lebih cepat dan efisien.

“Setelah pakai mesin, transaksinya makin ramai. Orang bisa tarik tunai, transfer, beli listrik, dan sekalian beli pulsa di toko saya,” katanya.

Di masa awal operasional, volume transaksi tercatat sekitar 150 transaksi per bulan, mencakup tarik tunai, transfer antarbank, pembelian token listrik, hingga pengisian dompet digital. Seiring waktu dan meningkatnya kepercayaan masyarakat, jumlah transaksi melonjak signifikan.

“Sekarang sudah hampir 1.000 transaksi per bulan. Paling banyak transfer sesama bank BRI, itu yang paling sering,” jelasnya.

Baca Juga:  Putri Koster Luncurkan Website Dekranasda Bali, Buka Jalan Digital untuk Kerajinan Lokal

Untuk layanan, Ananta menetapkan tarif yang terjangkau. Transfer sesama BRI dikenakan biaya sekitar Rp5.000, sedangkan transfer antarbank menyesuaikan biaya administrasi yang dapat mencapai Rp10.000. Skema ini dinilai masyarakat cukup membantu, terutama bagi warga yang membutuhkan layanan cepat tanpa harus pergi ke kantor bank atau ATM.

“Banyak anak kos atau orang lewat yang butuh cepat. Jadi hemat waktu, tidak perlu jauh-jauh ke kota,” ujarnya.

Ia menambahkan, operasional Agen BRILink relatif stabil dan jarang mengalami kendala berarti. Dari sisi ekonomi, kombinasi usaha agen BRILink dan toko pulsa memberikan dampak nyata. Penghasilan yang diperoleh kini telah melampaui Upah Minimum Regional (UMR).

“Kalau jujur, sekarang lebih dari UMR. Tergantung kita jaga transaksinya,” katanya.

Pendapatan tersebut menjadi sumber utama untuk menghidupi istri, satu anak berusia tiga tahun, serta ibunya yang sudah tidak bekerja.

Baca Juga:  Kemenkop Dorong UKM Masuk E-Commerce

“Saya tulang punggung keluarga. Ibu di rumah, istri kadang bantu di toko, anak masih kecil. Jadi usaha ini sangat membantu ekonomi keluarga,” tambahnya.

Selain melayani transaksi, Ananta juga aktif mengedukasi pelanggan mengenai keamanan bertransaksi. Ia kerap mengingatkan nasabah agar berhati-hati dan memilih cara transaksi yang paling aman sesuai kebutuhan.

Kehadiran Agen BRILink Wijaya Group di wilayah yang tidak berada di pusat kota menjadi contoh nyata peran program keagenan perbankan dalam memperluas inklusi keuangan.

Dari toko pulsa sederhana, usaha ini kini berkembang menjadi pusat layanan keuangan digital yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan bagi pelaku UMKM di daerah.