UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan komitmennya dalam menjaga kelancaran distribusi energi hingga ke seluruh wilayah, termasuk Kota Denpasar, Bali. Berbagai langkah proaktif dan mitigasi terus dilakukan guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga.
Menanggapi informasi yang beredar pada Jumat (23/1) terkait dugaan kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah pengecer di Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Timur, Pertamina menegaskan bahwa kondisi tersebut hanya terjadi di tingkat pengecer. Sementara itu, ketersediaan LPG subsidi di tingkat agen dan pangkalan resmi dinyatakan dalam kondisi aman dan disalurkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa hasil pengecekan langsung di lapangan menunjukkan stok LPG subsidi di pangkalan resmi masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, ketersediaan LPG subsidi di sejumlah pangkalan di wilayah Denpasar Barat dan Timur masih tersedia dalam kisaran 5 hingga 50 tabung per pangkalan, sehingga secara umum pasokan berada dalam kondisi normal dan mencukupi,” ujar Ahad.
Sebagai langkah antisipasi sekaligus percepatan pemulihan distribusi, Pertamina Patra Niaga juga telah berkoordinasi dan melakukan pengawasan bersama dinas terkait serta aparat penegak hukum (APH). Upaya ini dilakukan untuk memastikan penyaluran LPG subsidi berjalan tepat sasaran dan terukur, termasuk dengan menjadwalkan pelaksanaan pasar murah di beberapa lokasi yang terindikasi mengalami keterbatasan pasokan.
“Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, kami optimistis kondisi distribusi LPG di Denpasar akan segera membaik dan kembali berjalan normal dalam waktu dekat,” tambahnya.
Untuk memudahkan masyarakat, Pertamina menyediakan akses informasi lokasi pangkalan resmi terdekat melalui laman https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg. Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan.
Apabila masyarakat menemukan indikasi pelanggaran atau mengalami kendala dalam memperoleh LPG subsidi, Pertamina mengarahkan untuk segera menghubungi Pertamina Contact Center 135. (yud/ub)





