Aksi Bersih di Pantai Muaya, Bupati Badung Apresiasi Kolaborasi Desa Adat dan Pelaku Usaha

0
309
Aksi bersih-bersih sampah kiriman di sepanjang Pantai Muaya, Jimbaran, Rabu (21/1).
Aksi bersih-bersih sampah kiriman di sepanjang Pantai Muaya, Jimbaran, Rabu (21/1). Sumber foto : Humas Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG – Upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir kembali digencarkan di Kabupaten Badung.

Prajuru Desa Adat Jimbaran bersama krama banjar dan para pelaku usaha menggelar aksi bersih-bersih sampah kiriman di sepanjang Pantai Muaya, Jimbaran, Rabu, 21 Januari 2026 pagi sekitar pukul 07.00 Wita.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung yang menurunkan alat berat jenis loader untuk mempercepat proses pengangkutan sampah.

Aksi kolaboratif ini mendapat apresiasi dari Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Ia menegaskan bahwa kebersihan pantai menjadi faktor utama dalam menjaga daya tarik pariwisata Badung sebagai destinasi unggulan.

“Sebagai destinasi pariwisata unggulan, kebersihan dan kenyamanan pantai harus menjadi prioritas. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga:  Laksmi Shari De Neefe Suardana Mohon Restu ke Pemprov Bali dalam Ajang Miss Universe 2022

Menurut Bupati Adi Arnawa, pesona alam dan budaya merupakan kekuatan utama pariwisata Badung. Oleh karena itu, kawasan pantai harus ditata secara berkelanjutan, tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga kebersihan dan kenyamanan.

Bupati asal Desa Pecatu ini menegaskan komitmen Pemkab Badung untuk terus menata kawasan strategis seperti Jimbaran, Kuta, Canggu, Kedonganan, dan sekitarnya.

Selain penataan fisik, ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang lebih terpadu. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.

“Berbagai langkah telah kami rancang, mulai dari penambahan pasir, pengembangan jalur pedestrian, hingga penataan ulang kafe dan fasilitas wisata agar lebih estetis dan nyaman bagi pengunjung. Saya tidak ingin melihat Badung terlihat kumuh karena sampah,” tegas mantan Sekda Badung tersebut.

Baca Juga:  Bank Indonesia Bali Gelar BALINOMICS 2025, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Berkelanjutan

Sementara itu, aksi bersih pantai di Pantai Muaya dipimpin langsung oleh prajuru Desa Adat Jimbaran dengan melibatkan sekitar 60–70 pelaku usaha yang beroperasi di kawasan Jimbaran, krama banjar, serta unsur desa adat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya sampah kiriman saat musim angin barat.

Tumpukan sampah yang didominasi kayu-kayu besar, ranting, dan plastik dibersihkan secara manual sebelum diangkut menggunakan loader milik DLHK Badung.

Bendesa Adat Jimbaran, I Putu Subamia, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nilai Tri Hita Karana, khususnya aspek Palemahan yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Ia menyebutkan bahwa sampah kiriman berupa kayu dan plastik hampir selalu muncul setiap musim barat.

Baca Juga:  Entry Meeting BPK RI Bali, Bupati Badung Tekankan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

“Dalam kondisi musim barat seperti sekarang, sampah kiriman memang meningkat. Karena itu, kami melibatkan hotel-hotel, pelaku usaha, prajuru, Sadu Kerta, dan kepala lingkungan untuk turun langsung. Mudah-mudahan kegiatan ini memberi dampak yang bermanfaat dan bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Selain sebagai wujud kepedulian lingkungan, kegiatan ini juga mencerminkan semangat Pawongan atau keharmonisan hubungan antar sesama. Ke depan, Desa Adat Jimbaran berencana menjadikan aksi bersih pantai sebagai agenda rutin selama musim sampah kiriman.

“Kemungkinan besar akan kami lakukan rutin, bisa dua kali seminggu, terutama sampai mendekati Nyepi biasanya baru agak mereda. Harapan kami sederhana, pantai cepat bersih, ikon Jimbaran tetap terjaga, dan wisatawan tetap nyaman,” pungkasnya.(den/ub)