UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) wajib memiliki target waktu yang jelas dan terukur.
Penegasan ini disampaikan agar pelaksanaan program tidak berhenti pada tataran wacana dan benar-benar memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
Menurut Bupati Kembang, program yang tidak disertai batas waktu berpotensi menghambat kinerja pemerintahan daerah.
Karena itu, seluruh OPD diminta menyusun perencanaan secara detail dengan melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di masing-masing OPD, mulai dari tahapan pelaksanaan hingga batas akhir capaian program.
“Setiap program harus jelas target waktunya. Kapan mulai, kapan selesai, dan apa hasil yang ingin dicapai. Jangan sampai program berjalan tanpa arah,” tegas Bupati Kembang saat memimpin rapat koordinasi bersama Dinas Nakerprin Jembrana dan Dinas KUP Jembrana di ruang rapat Kantor Bupati Jembrana, Selasa, 20 Januari 2026.
Dalam rapat tersebut, Bupati Kembang didampingi Sekretaris Daerah Jembrana, Made Budiasa, serta para Staf Ahli Bupati. Ia menekankan bahwa kejelasan target waktu menjadi dasar penting dalam melakukan evaluasi kinerja OPD.
“Dengan adanya tenggat waktu, pemerintah daerah dapat mengukur progres pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi hambatan yang muncul di lapangan sejak dini,” ujarnya.
Selain menyoroti aspek perencanaan dan evaluasi, Bupati Kembang juga mengingatkan agar pelaksanaan program tidak berjalan secara parsial. Sinergi antarsektor dan koordinasi lintas OPD dinilai mutlak diperlukan agar program berjalan efektif, efisien, dan tidak saling tumpang tindih.
Di sisi lain, Bupati Kembang memberikan atensi khusus kepada Dinas Nakerprin terkait peran Balai Latihan Kerja Jembrana (BLK) dalam menyiapkan tenaga kerja lokal.
Ia menyinggung adanya peluang investasi di wilayah Pekutatan, seperti pembangunan lapangan golf serta Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Pengambengan, yang berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Jembrana.
“Coba peluang itu dipelajari dan disiapkan dengan baik. Tenaga-tenaga kerja apa saja yang diperlukan. BLK harus bergerak menyiapkan tenaga-tenaga kerja tersebut. Untuk program subsidi kredit PMI juga lebih dikuatkan lagi sehingga cakupannya lebih luas,” pungkasnya.(yud/ub)





