UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Penanganan kasus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Jembrana mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui penyaluran bantuan vaksin dan alat kesehatan, Sabtu, 17 Januari 2026.
Intervensi ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mengendalikan temuan kasus LSD yang muncul di Kecamatan Negara dan Melaya.
Bantuan diserahkan oleh Direktur Kesehatan Hewan pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, kepada Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat). Penyerahan berlangsung di Balai Tempek III, Banjar Tunas Mekar, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 500 dosis vaksin LSD, 500 tabung EDTA, 500 tabung plain, 500 jarum suntik (needle), serta dukungan obat-obatan dan disinfektan.
Bupati I Made Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Pusat dalam membantu peternak di Jembrana.
“Hari ini kita menerima peralatan lengkap untuk mencegah penyakit LSD atau yang sering disebut lato-lato, benjol-benjol pada sapi. Bantuan ini komplit, mulai dari vaksin, obat-obatan, multivitamin, hingga disinfektan. Terima kasih kepada pemerintah pusat yang menyalurkan bantuan ini melalui provinsi hingga ke kabupaten,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat peternak.
“Ini adalah upaya mempercepat penanganan penyebaran penyakit LSD pada sapi. Kolaborasi Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan masyarakat peternak hari ini sangat luar biasa. Semoga dengan upaya ini, penyakit LSD dapat segera kita atasi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan Hendra Wibawa memberikan arahan teknis kepada peternak dan petugas lapangan untuk memutus rantai penularan.
“Saya minta para peternak segera melapor apabila menemukan gejala benjolan pada kulit ternak. Petugas akan memastikan apakah itu LSD atau penyakit kulit biasa. Jika ada indikasi sakit, segera lakukan isolasi mandiri dengan memisahkan ternak tersebut dari yang sehat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kebersihan kandang untuk menekan penyebaran virus yang dibawa serangga.
“LSD ditularkan melalui nyamuk dan lalat. Karena itu, kandang harus dijaga kebersihannya agar tidak lembap, gunakan insektisida bila perlu, serta batasi lalu lintas ternak keluar-masuk,” tambahnya.
Di akhir, Hendra Wibawa menegaskan bahwa vaksinasi menjadi benteng perlindungan utama dalam pengendalian LSD.
“Vaksinasi darurat ini sangat penting untuk melindungi ternak di wilayah tertular. Kami berharap tim terpadu di daerah terus melakukan edukasi kepada peternak agar pengendalian LSD berjalan cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya. (yud/ub)





