spot_img
spot_img
BerandaBaliEksplorasi Musik Berbasis Alam, Bottlesmoker Sulap Tanaman Jadi Sumber Bunyi

Eksplorasi Musik Berbasis Alam, Bottlesmoker Sulap Tanaman Jadi Sumber Bunyi

UPDATEBALI.com, TABANAN — Eksperimen musikal berbasis alam ditampilkan duo musisi asal Bandung, Bottlesmoker, dalam gelaran Ruang Rasa yang berlangsung di Nuanu Creative City, Jumat 26 Desember 2025.

Dalam pertunjukan tersebut, Bottlesmoker menghadirkan teknologi yang memungkinkan tanaman dan tumbuhan menghasilkan bunyi layaknya instrumen musik.

Salah satu personel Bottlesmoker, Anggung Suherman, mengungkapkan bahwa perubahan arah bermusik mereka berawal dari masa pandemi. Periode tersebut menjadi momentum refleksi yang membawa mereka keluar dari format DJ konvensional menuju pendekatan yang lebih organik dan menyatu dengan alam.

Menurut Anggung, tanaman, buah-buahan, dan sayuran kini tidak lagi sekadar elemen visual dalam pertunjukan, melainkan menjadi medium utama penghasil suara.

Baca Juga:  Acer Resmi Rilis Desktop dan Monitor lengkung untuk Gamers, Ini Kecanggihannya

“Kami melihat tanaman bukan hanya sebagai latar, tetapi sebagai entitas hidup yang memiliki respons unik dan bisa diajak berinteraksi dalam musik,” ujarnya.

Dalam praktiknya, Bottlesmoker memanfaatkan teknologi sensor yang membaca sinyal biologis dari tanaman. Data tersebut kemudian diolah menjadi bunyi dan komposisi musik secara real time. Meski teknologi serupa telah dikenal sejak puluhan tahun lalu, khususnya dalam dunia medis untuk membaca detak jantung atau kadar oksigen, Bottlesmoker mengadaptasinya ke ranah seni pertunjukan.

Anggung menjelaskan bahwa setiap tanaman memberikan karakter suara yang berbeda-beda. Hingga kini, mereka belum mengelompokkan jenis tanaman ke dalam genre musik tertentu karena respons yang dihasilkan sangat dipengaruhi kondisi lingkungan dan sifat alami tanaman itu sendiri. Bahkan, perbedaan suhu, kelembapan, hingga waktu pertunjukan dapat memengaruhi hasil bunyi.

Baca Juga:  Didukung RAM 12 GB, POCO F5 Global Dirumorkan Pakai Snapdragon 7+ Gen 2

Penggunaan elemen alam sebagai medium musik juga menjadi bagian dari tren global. Bottlesmoker mengaku pernah bertemu dengan musisi internasional yang mengeksplorasi jamur, air, dan unsur alam lainnya sebagai sumber bunyi. Praktik tersebut dinilai mampu membangun kesadaran publik tentang relasi manusia dengan alam.

Pada fase awal eksplorasi, seluruh perangkat dirakit secara mandiri. Seiring berkembangnya konsep, sejumlah produsen alat musik mulai tertarik dan menjalin kerja sama. Meski demikian, tantangan tetap hadir karena tanaman merupakan makhluk hidup yang sulit diprediksi.

Baca Juga:  Wakil Bupati Buleleng Ajak Masyarakat Kelola Sampah Dengan Baik

“Justru ketidakpastian itu yang membuatnya menarik. Ada dialog langsung antara manusia, teknologi, dan alam,” kata Anggung.

Ia juga menambahkan bahwa tidak semua jenis buah cocok digunakan. Buah dengan kandungan air tinggi cenderung tidak stabil dan mudah rusak, sehingga kurang ideal dijadikan medium pertunjukan.

Melalui pendekatan ini, Bottlesmoker berharap musik tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang refleksi tentang keberlanjutan lingkungan dan pentingnya memandang alam sebagai mitra, bukan sekadar objek eksploitasi.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments