spot_img
spot_img
BerandaBaliLewat Rakor TPPS, Pemkab Jembrana Matangkan Strategi Penanganan dan Pencegahan Stunting

Lewat Rakor TPPS, Pemkab Jembrana Matangkan Strategi Penanganan dan Pencegahan Stunting

UPDATEBALI.com, JEMBRANA Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA-PPKB) menggelar rapat koordinasi yang dirangkaikan dengan Rembug Stunting tingkat Kabupaten Jembrana, Rabu, 10 Desember 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting secara terencana dan berkelanjutan.

Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Jembrana tersebut dibuka oleh Bupati Jembrana yang diwakili Sekretaris Daerah Jembrana, I Made Budiasa.

Kegiatan ditandai dengan penandatanganan pernyataan komitmen seluruh peserta rakor untuk mendukung percepatan penurunan stunting melalui integrasi program lintas instansi dan lembaga secara konsisten.

Baca Juga:  Ribuan Lansia di Jembrana Ikuti Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Dalam sambutannya, Sekda I Made Budiasa menegaskan bahwa percepatan pencegahan dan penurunan stunting harus menjadi kerja bersama yang melibatkan berbagai sektor.

Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan secara terencana, terintegrasi, dan berkesinambungan agar hasilnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

“Isu stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi sangat berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, kecerdasan anak, produktivitas generasi muda, hingga daya saing daerah dan kualitas bangsa di masa depan. Karena itu, penguatan kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama,” ujarnya.

Baca Juga:  Gelar OOTR Retro Revolution Ride, Astra Motor Bali Hadirkan Sensasi Touring Stylish Bersama Honda Stylo 160

Lebih lanjut, Budiasa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah pencegahan stunting melalui sinergi berbagai program, mulai dari edukasi pola asuh anak, pemenuhan gizi seimbang, hingga pencegahan perkawinan usia dini.

Ia juga menekankan pentingnya intervensi sensitif yang menyentuh langsung kehidupan keluarga, seperti pemenuhan gizi keluarga, penguatan peran keluarga dalam pola asuh, penyediaan sanitasi dan air bersih, ketahanan pangan rumah tangga, serta peningkatan akses pendidikan.

“Saya mengajak seluruh OPD, lembaga, dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi program agar upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bupati Tamba Lantik Belasan Pejabat di Lingkungan Pemkab Jembrana

Melalui rapat koordinasi dan Rembug Stunting ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap dapat memantapkan strategi serta menyusun langkah-langkah taktis yang lebih terarah dan terukur, sehingga percepatan penurunan stunting dapat diwujudkan secara nyata di seluruh wilayah Jembrana.

“Agenda ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dan menyelaraskan program demi masa depan generasi Jembrana,” tandas Budiasa.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments