spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungPameran Seni Unik di Bali, Plastik Kresek Disulap Jadi Lukisan Berdaya Ekonomi

Pameran Seni Unik di Bali, Plastik Kresek Disulap Jadi Lukisan Berdaya Ekonomi

UPDATEBALI.com, BADUNG — Tumpukan plastik kresek yang kerap dianggap sampah tak berguna, di tangan para seniman justru menjelma menjadi karya seni yang sarat pesan ekologis.

Hal itu tampak dalam pameran Nayanika Art Galeri yang menampilkan beberapa karya seni berbahan limbah plastik di The Anvaya Beach Resort, Badung, Bali pada Kamis, 4 Desember 2025.

Pameran ini menghadirkan seniman dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Teguh J. Dwiyono, yang menjadi lead artist dalam kegiatan tersebut. Teguh menegaskan bahwa karya-karya ini lahir dari kegelisahan akan semakin masifnya pencemaran plastik di lingkungan.

“Masalahnya, banyak orang belum menyadari bahaya plastik. Sampah plastik masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan itulah tantangan yang kami angkat dalam karya,” ujar Teguh.

Baca Juga:  Komitmen Selamatkan Lingkungan, Bupati Sanjaya Gandeng Seluruh Komponen Masyarakat

Teguh menjelaskan, proses pengolahan plastik menjadi karya sangat sederhana dan dapat dipelajari semua kalangan, mulai anak-anak hingga lansia.

“Saya punya metode yang mudah. Dua jam saja, siapa pun bisa menghasilkan satu karya. Pelatihan kami terbuka untuk umum. Syaratnya hanya satu, cukup membawa sampah plastik dari rumah,” kata Teguh.

Ia menambahkan, alat yang digunakan pun tidak berbahaya dan mudah dijangkau. Cukup dengan pemanas plastik seharga sekitar Rp40.000–Rp50.000, peserta sudah bisa berkreasi tanpa risiko.

Baca Juga:  Pemkab Bangli Dorong Digitalisasi Layanan Melalui Sosialisasi Aplikasi BVIO

Menurut Teguh, program edukasi berbasis seni ini sengaja menyasar semua lapisan masyarakat. Pihaknya bahkan rutin bekerja sama dengan sekolah dan lembaga lokal.

“Kesadaran harus dimulai dari usia dini. Anak TK bisa belajar sambil bermain. Mereka bisa membawa lima kantong plastik resek, mengolahnya menjadi karya, dan menjualnya kembali dengan harga Rp100.000–Rp200.000. Dari sampah jadi nilai ekonomi,” jelasnya.

Ia menilai pendekatan seni dapat menjadi jalan efektif untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Selain menggelar pameran, Nayanika Art Galeri rutin membuka workshop gratis untuk warga. Teguh berharap pemerintah ikut mendukung gerakan ini, misalnya dengan memajang karya berbahan limbah di ruang-ruang publik sebagai bentuk kampanye berkelanjutan.

Baca Juga:  Puluhan Anak Sekolah Libas Sampah Sungai Mati

“Kalau pemerintah mau ikut menampilkan satu karya saja di setiap ruang, dampaknya luar biasa. Kita bisa membuka lapangan kerja baru bagi ibu-ibu dan masyarakat sekitar,” katanya.

Ia mengajak generasi muda untuk mulai berperan, minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan dan berani mengingatkan orang lain.

Pameran Nayanika Art Galeri ini tidak hanya menghadirkan estetika visual, tetapi juga membawa pesan kuat tentang urgensi pengelolaan sampah dan peluang kreativitas yang ramah lingkungan.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments