244 Pasang Kerbau Adu Cepat di Jembrana, Makepung Bupati Cup 2025 Suguhkan Semangat Budaya

0
492
Lomba Makepung Bupati Cup 2025 di Jembrana diikuti 244 pasangan joki dan kerbau, sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mendukung pertanian, peternakan, dan pariwisata daerah.
Lomba Makepung Bupati Cup 2025 di Jembrana diikuti 244 pasangan joki dan kerbau, sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mendukung pertanian, peternakan, dan pariwisata daerah. Sumber foto : Humas Jembrana

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Ribuan warga memadati Sirkuit All in One, Desa Pengambengan, Minggu, 9 November 2025, untuk menyaksikan Lomba Makepung Bupati Cup 2025.

Suasana penuh semangat mewarnai ajang balapan kerbau khas Jembrana yang menjadi penutup musim makepung tahun ini.

Perlombaan dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jembrana, I Ketut Armita, mewakili Bupati Jembrana.

Koordinator Makepung, I Made Mara, menyebutkan sebanyak 244 pasangan joki dan kerbau turut serta dalam perlombaan yang terbagi menjadi empat grup, yaitu A, B, C, dan D (grup ekstra). Peserta terdiri atas 133 pasangan dari regu barat dan 111 pasangan dari regu timur.

Baca Juga:  Hadiri Penutupan Bulfest 2025, Megawati Sukarnoputri Dorong Produk Buleleng Segera Punya Hak Kekayaan Intelektual

“Makepung ini sudah menjadi ikon Kabupaten Jembrana yang dikenal luas sebagai simbol budaya dan kebanggaan daerah. Jembrana dikenal sebagai Bumi Makepung, karena tradisi ini melekat kuat dalam kehidupan masyarakat,” ujar Made Mara.

Ia berharap ajang ini tidak hanya melestarikan, tetapi juga memperkuat identitas Jembrana sebagai pusat budaya makepung di Bali.

Baca Juga:  Padudusan Alit di Griya Budha Jadi, Wagub Giri Prasta Sampaikan Pesan Persatuan Sulinggih

Dalam sambutannya, I Ketut Armita menegaskan bahwa makepung bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarana memperkuat ekonomi masyarakat.

“Tradisi ini memiliki nilai budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata. Pelestarian makepung sejalan dengan arah pembangunan daerah berbasis potensi lokal,” jelasnya.

Armita menambahkan, di tengah derasnya arus globalisasi, menjaga keberlanjutan makepung menjadi tantangan tersendiri. Namun semangat kebersamaan, sportivitas, dan tanggung jawab yang terkandung dalam tradisi ini diyakini mampu membuatnya tetap lestari.

Baca Juga:  LT III Pramuka Jembrana Resmi Bergulir, Sekda Budiasa Tekankan Pembentukan Karakter di Atas Prestasi

“Melihat antusiasme masyarakat dan banyaknya sekha makepung yang terlibat, kami optimistis tradisi ini akan terus hidup dan berkembang dari tahun ke tahun,” pungkasnya.(yud/ub)