spot_img
spot_img
BerandaBali244 Pasang Kerbau Adu Cepat di Jembrana, Makepung Bupati Cup 2025 Suguhkan...

244 Pasang Kerbau Adu Cepat di Jembrana, Makepung Bupati Cup 2025 Suguhkan Semangat Budaya

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Ribuan warga memadati Sirkuit All in One, Desa Pengambengan, Minggu, 9 November 2025, untuk menyaksikan Lomba Makepung Bupati Cup 2025.

Suasana penuh semangat mewarnai ajang balapan kerbau khas Jembrana yang menjadi penutup musim makepung tahun ini.

Perlombaan dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jembrana, I Ketut Armita, mewakili Bupati Jembrana.

Koordinator Makepung, I Made Mara, menyebutkan sebanyak 244 pasangan joki dan kerbau turut serta dalam perlombaan yang terbagi menjadi empat grup, yaitu A, B, C, dan D (grup ekstra). Peserta terdiri atas 133 pasangan dari regu barat dan 111 pasangan dari regu timur.

Baca Juga:  Wujudkan Jembrana Kedas, Jembrana Gandeng Program STOP

“Makepung ini sudah menjadi ikon Kabupaten Jembrana yang dikenal luas sebagai simbol budaya dan kebanggaan daerah. Jembrana dikenal sebagai Bumi Makepung, karena tradisi ini melekat kuat dalam kehidupan masyarakat,” ujar Made Mara.

Ia berharap ajang ini tidak hanya melestarikan, tetapi juga memperkuat identitas Jembrana sebagai pusat budaya makepung di Bali.

Baca Juga:  Masikian Festival 2026 Catat Peningkatan Peserta, Bukti Semangat Berkarya Yowana Jembrana

Dalam sambutannya, I Ketut Armita menegaskan bahwa makepung bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarana memperkuat ekonomi masyarakat.

“Tradisi ini memiliki nilai budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata. Pelestarian makepung sejalan dengan arah pembangunan daerah berbasis potensi lokal,” jelasnya.

Armita menambahkan, di tengah derasnya arus globalisasi, menjaga keberlanjutan makepung menjadi tantangan tersendiri. Namun semangat kebersamaan, sportivitas, dan tanggung jawab yang terkandung dalam tradisi ini diyakini mampu membuatnya tetap lestari.

Baca Juga:  Seorang Pria di Buleleng Tega Perkosa Anak SD 9 Tahun

“Melihat antusiasme masyarakat dan banyaknya sekha makepung yang terlibat, kami optimistis tradisi ini akan terus hidup dan berkembang dari tahun ke tahun,” pungkasnya.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments