Wali Kota Jaya Negara Tegaskan Pentingnya Tri Hita Karana Saat Upacara Melaspas di Banjar Sebudi

0
131
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara melaspas dan mendem pedagingan di Merajan Banjar Sebudi sebagai wujud syukur dan pelestarian budaya serta spiritual masyarakat.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara melaspas dan mendem pedagingan di Merajan Banjar Sebudi sebagai wujud syukur dan pelestarian budaya serta spiritual masyarakat. Sumber foto : Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara melaspas dan mendem pedagingan di Merajan Banjar Sebudi, Desa Adat Tanjung Bungkak, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Kehadiran Wali Kota Jaya Negara sekaligus untuk melaksanakan mendem pedagingan di Pelinggih Tajuk Ratu Begawan Penyarikan Merajan Banjar Sebudi.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Baca Juga:  Usung Kebersamaan, Bupati Sanjaya Cek Kesiapan Karya dan Apresiasi Semangat Ngayah Pegawai

Upacara yang berlangsung khidmat itu menjadi bentuk rasa syukur krama Banjar Sebudi setelah rampungnya renovasi Gedong Ratu Begawan Penyarikan.

Seluruh rangkaian upacara diiringi tabuh gambelan dan kidung suci, diawali pecatu Resi Gana, kemudian disemarakkan oleh Tari Rejang dan Topeng Wali, serta diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Pedanda dari Griya Jempeng Bindu.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Jaya Negara menegaskan pentingnya pelaksanaan upacara keagamaan sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Upacara melaspas, mendem pedagingan, dan mecaru bukan sekadar tradisi, tetapi momentum bagi umat untuk eling dan memperkuat keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan. Ini merupakan implementasi nyata ajaran Tri Hita Karana,” ujarnya.

Baca Juga:  Ny. Putri Koster Terbukti Mampu Sukseskan Program Pembangunan Masyarakat Bali

Ia menambahkan, kegiatan yadnya seperti ini juga mempererat kebersamaan warga dan menjaga kesinambungan budaya Bali yang sarat makna spiritual.

“Selain mempercantik fisik bangunan suci, kegiatan ini juga memperindah batin dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kelian Adat Banjar Sebudi Desa Adat Tanjung Bungkak I Ketut Mandra menjelaskan bahwa upacara tersebut merupakan bentuk tanggung jawab spiritual krama Banjar Sebudi yang dilaksanakan bertepatan dengan piodalan Saniscara Kliwon Wariga.

Baca Juga:  Karya Atma Wedana Sesetan Diikuti Ratusan Krama, Wali Kota Jaya Negara Apresiasi Pelestarian Adat

“Melalui yadnya ini, kami memanjatkan rasa syukur atas selesainya renovasi Gedong Ratu Begawan Penyarikan. Kami berharap seluruh warga, termasuk 130 kepala keluarga pengempon, dapat terus menjaga nilai-nilai budaya dan mempererat persaudaraan,” ujarnya.

Upacara melaspas dan mendem pedagingan ini menjadi simbol kuatnya komitmen masyarakat Banjar Sebudi dalam melestarikan warisan leluhur, sekaligus menjaga keseimbangan spiritual, sosial, dan lingkungan sesuai falsafah hidup masyarakat Bali.(per/ub)