UPDATEBALI.com, TANGGERANG – Komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) dalam mendorong pelaku UMKM binaan naik kelas kembali membuahkan hasil.
Melalui keikutsertaan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, para mitra binaan berhasil mencatatkan transaksi hingga Rp3,7 miliar hanya dalam lima hari pameran.
Partisipasi ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga yang secara konsisten mendorong pelaku usaha kecil menembus pasar global. Sepuluh UMKM terbaik dari berbagai daerah di bawah binaan regional Jatimbalinus tampil dalam ajang bergengsi ini, menampilkan produk unggulan dari sektor kuliner, fashion, kecantikan, dan kerajinan.
Kesepuluh peserta tersebut antara lain Sambel Ning Niniek, Timtim Natural Estusae, Bali Honey, Denara Duta Mandiri, Mutiara Gitbay, Batik Sumber Arafat, Bali Pure, Pertenunan Astini, Legend Tren, dan Koffiku. Produk-produk lokal dengan cita rasa dan kualitas ekspor ini berhasil menarik perhatian pembeli domestik maupun mancanegara.
Selama TEI 2025 berlangsung, tercatat delapan nota kesepahaman (MoU) berhasil diteken antara mitra binaan Pertamina Patra Niaga dan sejumlah pembeli internasional. Hasil ini menjadi langkah konkret UMKM Indonesia untuk memperkuat eksistensinya di rantai perdagangan global.
Salah satu capaian menonjol datang dari Koffiku, UMKM kopi asal Jawa Timur yang sukses menandatangani kontrak kerja sama dengan buyer asal India senilai 32.500 dolar AS. Pemilik Koffiku, Silvi, mengaku bahwa kesempatan berpartisipasi di TEI menjadi pengalaman berharga yang membuka pintu ekspor bagi produknya.
“Lewat TEI, kami bisa memperkenalkan kopi lokal ke pasar global. Nilainya mungkin belum besar, tapi ini awal yang penting untuk memperluas ekspor di masa depan. Terima kasih kepada Pertamina yang sudah membuka jalan bagi kami,” ungkapnya pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Selain Koffiku, Legend Tren asal Jawa Timur juga berhasil menembus pasar Jepang dengan produk minuman tradisional legen, sementara Sambel Ning Niniek menjalin kesepakatan awal dengan pembeli asal Hong Kong yang tertarik dengan keunikan sambal khas Nusantara.
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menyampaikan apresiasi atas pencapaian luar biasa tersebut.
“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari pendampingan berkelanjutan yang kami lakukan melalui program UMK Academy Pertamina. Kami ingin memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang tangguh dan berdaya saing global,” jelasnya.
Ahad menambahkan, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada ajang pameran semata. Pertamina terus memperkuat kapasitas usaha mitra binaan melalui pelatihan, pendampingan manajemen, serta fasilitasi promosi dan akses pembiayaan agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.
Partisipasi Pertamina Patra Niaga dalam TEI 2025 menjadi bukti kolaborasi antara sektor korporasi dan pelaku usaha kecil menengah dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui dukungan aktif seperti ini, produk-produk lokal tidak hanya bersaing di pasar nasional, tetapi juga di panggung internasional.
Sebagai informasi, Trade Expo Indonesia 2025 merupakan pameran dagang terbesar di Tanah Air yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Tahun ini, acara tersebut mengusung tema “Sustainable Trade for Global Resilience”, diikuti oleh ribuan pelaku usaha dari berbagai sektor industri dan menjadi wadah penting untuk memperkuat jejaring ekspor Indonesia.
Pertamina Patra Niaga optimistis bahwa pencapaian ini akan menjadi batu loncatan bagi UMKM binaannya untuk terus berekspansi, membawa produk-produk khas daerah menuju pasar dunia, serta memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.(yud/ub)





