Bupati Jembrana Tegaskan Bendesa Adat sebagai Pilar Utama Pelestarian Tradisi dan Budaya Bali

0
113
Bupati Kembang Hartawan menekankan peran penting Bendesa Adat sebagai penjaga adat dan budaya Bali yang harus mampu beradaptasi di tengah arus modernisasi tanpa kehilangan jati diri.
Bupati Kembang Hartawan menekankan peran penting Bendesa Adat sebagai penjaga adat dan budaya Bali yang harus mampu beradaptasi di tengah arus modernisasi tanpa kehilangan jati diri. Sumber foto : Humas Jembrana

UPDATEBALI.comJEMBRANABupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menekankan pentingnya peran Bendesa Adat sebagai figur sentral dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan jati diri masyarakat Bali di tengah arus perubahan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pengukuhan tiga Bendesa dan Prajuru Desa, yakni di Desa Adat Budeng, Kecamatan Jembrana; Desa Adat Mengenuanyar, Kecamatan Pekutatan; dan Desa Adat Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Senin, 6 Oktober 2025.

Bupati Kembang Hartawan menyebut Bendesa Adat bukan sekadar pemimpin formal, melainkan “batang penjaga” yang menopang dan melindungi akar desa adat agar tetap kokoh.

Baca Juga:  Walikota Denpasar dan Wakil Menteri Jepang Bahas Kerja Sama Strategis di Sektor Teknologi dan Mitigasi Bencana

“Desa adat ibarat pohon kehidupan bagi masyarakat Bali. Akar yang kuat adalah nilai-nilai luhur, tradisi, dan budaya warisan leluhur. Dan bendesa adat adalah batang yang menjaga agar akar itu tetap hidup, tidak tercerabut oleh arus modernisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa posisi Bendesa Adat sangat vital, karena tidak hanya mengatur kehidupan adat dan keagamaan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keharmonisan sosial dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga:  Gerakkan ekonomi lokal, Bupati Tamba Ajak Perbekel Lurah Budidayakan Pinang Betara

Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, bendesa adat dituntut mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

“Peran Bendesa Adat hari ini jauh lebih kompleks. Selain melestarikan tradisi, mereka juga harus menjembatani kepentingan masyarakat adat dengan kebijakan pemerintah. Sinergi antara desa adat dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk membangun Jembrana yang berbudaya, berkarakter, namun tetap maju,” tegas Bupati.

Bupati Kembang Hartawan juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi para bendesa adat yang terus menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

Baca Juga:  Sidang Paripurna Istimewa DPRD Bali, Refleksi Perjalanan dan Strategi Mewujudkan Bali Sejahtera

Ia berharap peran desa adat ke depan semakin diperkuat melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, Majelis Desa Adat, serta seluruh komponen masyarakat.

“Selama batangnya tetap kuat, akar itu akan terus hidup, dan pohon desa adat akan tumbuh semakin rindang. Itulah harapan kita semua, agar warisan leluhur tetap lestari dan menjadi kekuatan utama membangun masa depan Jembrana,” pungkasnya.(yud/ub)