spot_img
spot_img
BerandaBaliSimbol Cinta Alam di Pura Batukau, Bupati Sanjaya Lepas Burung Titiran untuk...

Simbol Cinta Alam di Pura Batukau, Bupati Sanjaya Lepas Burung Titiran untuk Kerahayuan Jagat

UPDATEBALI.com, TABANAN – Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan persembahyangan Purnama Sasih Kapat yang diikuti oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, Senin, 6 Oktober 2025.

Rangkaian kegiatan spiritual ini diawali di Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan dilanjutkan ke Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel.

Persembahyangan yang bertepatan dengan Soma Umanis Wuku Tolu tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemkab Tabanan untuk memohon kerahayuan jagat dan keseimbangan alam semesta.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, Sekda dan para asisten, serta kepala perangkat daerah dan bendesa adat setempat.

Baca Juga:  Ngaben Massal di Samsam, Bupati Sanjaya Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya

Upacara di dua lokasi ini berlangsung penuh kekhidmatan. Di Padmasana Kantor Bupati, Bupati Sanjaya memimpin persembahyangan bersama jajaran sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus harapan agar roda pemerintahan di Kabupaten Tabanan selalu berjalan harmonis dan diberkahi.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pura Luhur Batukau, salah satu pura kahyangan jagat yang menjadi titik spiritual penting di Bali.

Sebelum memulai persembahyangan utama, Bupati Sanjaya melakukan aksi simbolis memberi makan ikan di kolam Beji Pura Luhur Batukau, diikuti dengan pelepasan lima ekor burung titiran.

Baca Juga:  Tim Evaluasi Desa/ Kelurahan Tangguh dan Aman Covid 19, Evaluasi Pasar Poh Gading Ubung Kaja 

Aksi simbolik tersebut melambangkan keharmonisan antara Tuhan, manusia, alam, dan seluruh makhluk hidup.

Menurut Bupati Sanjaya, kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari ajaran Tri Hita Karana, yang menjadi pedoman hidup masyarakat Bali dalam menjaga keselarasan jagat raya.

“Melalui simbol ini kita belajar bahwa keseimbangan hidup tidak hanya dicapai lewat doa, tetapi juga melalui tindakan nyata menjaga lingkungan dan sesama. Itulah esensi keharmonisan yang ingin kita jaga di Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya.

Selain itu, jajaran Pemkab juga melaksanakan pembersihan Beji sebagai wujud penyucian lahir dan batin sebelum persembahyangan utama. Beji yang menjadi sumber air suci dimaknai sebagai lambang kehidupan dan penyucian diri agar setiap niat dan langkah menjadi lebih suci.

Baca Juga:  Tari Topeng Sidakarya, Asal Usul dan Perkembangan Budayanya

Puncak persembahyangan dilakukan di Pelinggih Pancer Jagat, tempat Bupati Sanjaya memanjatkan doa bagi kerahayuan jagat dan kesejahteraan masyarakat Tabanan.

Dalam doa tulusnya, ia berharap Tabanan senantiasa diberi kedamaian, kemakmuran, serta kelimpahan rahmat bagi seluruh warganya.

“Sebagai pelayan masyarakat, kita wajib menjaga keharmonisan antara Tuhan, alam, dan manusia. Semoga dengan yadnya tulus ini, Tabanan selalu dirahmati kedamaian dan kerahayuan jagat,” pungkasnya.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments