Perbankan dan Pasar Modal Bali Tumbuh Sehat, OJK Jamin Stabilitas dan Inklusi Keuangan

0
131
OJK Terbitkan Aturan Baru Pemegang Saham Bursa Efek, Buka Jalan Demutualisasi
OJK Terbitkan Aturan Baru Pemegang Saham Bursa Efek, Buka Jalan Demutualisasi. Sumber foto : OJK

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali melaporkan bahwa kinerja industri jasa keuangan (IJK) di Bali hingga Juli 2025 tetap stabil dan menunjukkan pertumbuhan positif.

Fungsi intermediasi perbankan berjalan baik, dengan tingkat likuiditas dan permodalan berada di level aman.

Penyaluran kredit perbankan di Bali mencapai Rp116,26 triliun atau tumbuh 6,50 persen (yoy), dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari kredit investasi yang meningkat 13,61 persen.

Sebesar 51,19 persen dari total kredit disalurkan kepada UMKM, menunjukkan komitmen perbankan dalam mendukung sektor produktif daerah.

Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Akomodasi dan Makan Minum menjadi penyumbang utama pertumbuhan kredit, sejalan dengan pulihnya aktivitas pariwisata dan usaha lokal.

Baca Juga:  Dukung Pemerintah Tangani Sampah, OJK Provinsi Bali Gelar Aksi Sosial dan Edukasi di Denpasar

Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross 3,06 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp202,85 triliun atau tumbuh 9,42 persen, didukung peningkatan nominal tabungan masyarakat. Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 57,31 persen, menandakan fungsi intermediasi berjalan sehat.

Untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR), kondisi tetap kuat dengan Cash Ratio 14,60 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 31,87 persen, jauh di atas ambang batas minimum.

Di sektor pasar modal, jumlah investor di Bali terus tumbuh signifikan. Hingga Juli 2025, terdapat 163.889 investor saham (naik 25,87 persen yoy), sementara nilai kepemilikan saham mencapai Rp6,21 triliun dengan pertumbuhan 30,43 persen.

Baca Juga:  Wayan Koster Ucapkan Selamat Mayjen TNI Maruli Dilantik Sebagai Pangkostrad dan Ajak Mayjen TNI Sonny Sukseskan G20   

Sektor perusahaan pembiayaan juga tumbuh positif dengan piutang pembiayaan Rp11,89 triliun (tumbuh 8,55 persen yoy) dan NPF 1,37 persen, masih dalam batas wajar. Penyaluran modal ventura tercatat Rp99,43 miliar, tumbuh 9,52 persen yoy.

Selain kinerja industri, OJK Bali juga terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Hingga Agustus 2025, OJK telah menggelar 133 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 18 ribu peserta, serta mendukung 1.271 kegiatan edukasi oleh lembaga jasa keuangan di bawah gerakan GENCARKAN, dengan total 610 ribu peserta.

Baca Juga:  Pertumbuhan Kredit dan DPK Meningkat, OJK Bali Optimis Ekonomi Tumbuh

Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat stabilitas keuangan daerah.

“Kami optimis industri jasa keuangan Bali akan terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, didukung pengawasan yang ketat, kolaborasi dengan pemerintah, dan peningkatan literasi masyarakat,” ujarnya.

OJK juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap investasi ilegal dan selalu menerapkan prinsip “Legal dan Logis” sebelum memilih produk keuangan.

Masyarakat dapat melaporkan aktivitas keuangan mencurigakan melalui www.sipasti.ojk.go.id atau Kontak OJK 157.(yud/ub)