UPDATEBALI.com, BADUNG – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih, Melaspas, Mamungkah Mendem Pedagingan Pedudusan Agung Medasar Caru Manca Rupa, dan Rsi Gana di Pura Samuan Tiga, Banjar Samuan Kangin, Desa Adat Samuan, Kecamatan Petang, pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Upacara suci ini dipuput oleh Ida Rsi Bujangga dari Griya Sembung dan Ida Pedanda Griya Carangsari, serta dihadiri oleh unsur Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Carangsari I Made Sudana, Bendesa Adat Samuan I Ketut Sugendra, dan krama pengempon pura.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menyerahkan punia sebesar Rp30 juta kepada Panitia Karya Mangku Yang Api, disaksikan oleh seluruh krama yang hadir.
Dalam sambutannya, Wabup Alit Sucipta menyampaikan apresiasi atas semangat dan kekompakan krama dalam melaksanakan Karya Tawur Agung.
Ia menegaskan pentingnya karya ini sebagai bentuk ngastiti bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus sebagai wujud rasa syukur dan doa bersama untuk keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.
“Saya mengapresiasi krama yang sudah melaksanakan Karya Tawur Agung ini. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi kita semua. Ini bentuk sembah bakti yang luhur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar kita senantiasa diberkati kesehatan, kerahayuan, serta Gemah Ripah Loh Jinawi,” ujar Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, seraya berpesan agar krama selalu bersatu dan menjaga semangat menyama braya.
Sementara itu, Panitia Karya Mangku Yang Api menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan dukungan Wakil Bupati Badung dalam kegiatan yadnya tersebut.
Dalam laporannya, disebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung telah memberikan bantuan lebih dari Rp1,5 miliar untuk pembangunan pura, sedangkan biaya pelaksanaan karya bersumber dari APBDes Perbekel Carangsari sebesar Rp150 juta dan iuran krama sebesar Rp38 juta lebih.
Kegiatan yadnya ini telah berlangsung sejak 25 September 2025, diawali dengan Upakara Nunas Ica dan Nyukat Genah yang dipimpin oleh Pemangku Pura, serta sejumlah upacara lanjutan hingga mencapai puncak karya pada 7 Oktober 2025 mendatang.
Melalui karya ini, masyarakat Samuan diharapkan semakin memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Badung.(den/ub)





