Denpasar Gelar Aksi Gotong Royong Serentak Pascabanjir, Momentum Pulihkan Kota dan Jaga Lingkungan

0
71
Denpasar Gelar Aksi Gotong Royong Serentak Pascabanjir, Momentum Pulihkan Kota dan Jaga Lingkungan
Denpasar Gelar Aksi Gotong Royong Serentak Pascabanjir, Momentum Pulihkan Kota dan Jaga Lingkungan. Sumber Foto : Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Kota Denpasar kembali menunjukkan wajah solidaritas dan kepedulian warganya.

Seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat TNI-Polri, komunitas, hingga warga desa dan kelurahan, turun bersama dalam aksi gotong royong serentak pemulihan pascabanjir pada Minggu pagi, 21 September 2025.

Gerakan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota, I Kadek Agus Arya Wibawa. Sejak pukul 07.00 WITA, kegiatan berlangsung serentak di seluruh kecamatan. Warga tampak membawa peralatan sederhana seperti sekop, ember, hingga sarung tangan untuk membersihkan lingkungan masing-masing.

Di kawasan Pasar Badung dan Kumbasari, Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa ikut bergotong royong bersama warga. Tumpukan sampah dan lumpur sisa banjir dibersihkan secara bahu-membahu, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat. Hadir pula Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede beserta anggota dewan, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Muhammad Iqbal Simatupang, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, serta pimpinan OPD terkait.

Baca Juga:  Tim Yustisi Denpasar Tertibkan 40 Orang Pelanggar Prokes

Dalam kesempatan itu, Jaya Negara menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperingati World Clean Up Day yang jatuh pada 20 September 2025.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Harapan kami, masyarakat bisa pulih, sungai dinormalisasi, dan Denpasar bangkit lebih kuat. Mari bersama menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai,” tegasnya.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Beri Pengarahan Kepada Calon Paskibra Kabupaten Badung

Ia menambahkan, pascabanjir, setiap hari hampir 120 truk sampah diangkut dari kawasan Tukad Badung, Pasar Badung, dan Kumbasari. Namun masih ada warga yang membuang sampah langsung ke sungai.

“Kami mohon masyarakat lebih disiplin menjaga kebersihan. Bersama Kementerian PUPR, kami akan melakukan normalisasi Sungai Badung, Sungai Mati, dan sungai lainnya di Denpasar,” tambahnya.

Wawali Arya Wibawa menekankan pentingnya kebersamaan dalam gerakan ini.

“Denpasar memiliki modal sosial kuat lewat nilai Vasudhaiva Kutumbakam (menyama braya). Dengan bergerak bersama, kita tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga mempererat kepedulian, rasa memiliki, dan kebersamaan di kota tercinta ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Jaya Negara Lepas Penyemprotan Eco Enzyme ke Udara Seluruh Wilayah Kota Denpasar

Kehangatan solidaritas juga dirasakan masyarakat. Sulastri, pedagang Pasar Badung, mengaku lega dengan adanya gotong royong ini.

“Banjir kemarin membuat banyak barang dagangan saya terendam. Hari ini saya merasa tidak sendiri, semua ikut membantu. Rasanya ringan kalau kita bersama-sama,” tuturnya.

Senada, Ade, pemuda dari komunitas lingkungan, menyebut keterlibatan generasi muda sangat penting.

“Kami ingin memberi contoh bahwa peduli lingkungan itu penting. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga, bukan hanya saat bencana,” ucapnya.

Gerakan gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas masyarakat Denpasar tidak hanya mempercepat pemulihan pascabanjir, tetapi juga memperkuat budaya menyama braya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. (per/ub)