Pemkab Badung Gandeng Pemprov Bali, Jalan Jebol di Kerobokan Ditangani Cepat

0
59
Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR bergerak cepat menangani kerusakan jalan dan jembatan di Kerobokan dengan berkoordinasi dengan Pemprov Bali demi menjaga keselamatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR bergerak cepat menangani kerusakan jalan dan jembatan di Kerobokan dengan berkoordinasi dengan Pemprov Bali demi menjaga keselamatan masyarakat. Sumber foto : Kominfo Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat menanggapi kerusakan jalan jebol dan jembatan di kawasan Kerobokan.

Ruas jalan yang menghubungkan Kerobokan–Munggu–Tanah Lot tersebut sejatinya merupakan jalan provinsi, namun Pemkab Badung menunjukkan kepeduliannya dengan langsung berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Bali.

Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung, I Nyoman Karyasa, mengatakan koordinasi dengan pemerintah provinsi sudah dilakukan. Hasilnya, konstruksi perbaikan akan dimulai setelah perencanaan teknis selesai serta didahului matur piuning pada 22 September 2025.

Baca Juga:  Pemkab Badung Borong Penghargaan Akses Pendidikan, Bukti Komitmen Tingkatkan Layanan Publik

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Bali. Hasilnya, pelaksanaan konstruksi akan dimulai setelah perencanaan teknis selesai dan matur piuning pada tanggal 22 September ini,” ujarnya, Sabtu, 20 September 2025.

Meski perbaikan permanen belum berjalan, tim PUPR Badung telah lebih dahulu melakukan pembersihan sampah di permukaan jalan serta saluran irigasi di bawah jalan. Selain itu, tim perencana juga telah menuntaskan survei lapangan untuk menentukan jenis konstruksi yang tepat.

Baca Juga:  Pj Sekda Badung Ajak Masyarakat Rayakan HUT Mangupura ke-15 dengan Jalan Santai

Dari hasil survei, akan dilakukan pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) pada area longsor dan penggantian gorong-gorong dengan Box Culvert Top-Bottom. Komponen tersebut masih dalam proses pemesanan dan produksi di Jawa Timur.

“Di bawah ruas jalan itu terdapat gorong-gorong saluran irigasi berukuran lebar 2,4 meter dan tinggi 1,8 meter. Kerusakan terjadi akibat hujan deras yang memicu luapan air hingga menggerus konstruksi,” jelas Karyasa.

Baca Juga:  Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebanyak 4 kali

Ia menambahkan, koordinasi juga telah dilakukan dengan Dishub Provinsi Bali, Dishub Kabupaten Badung, Kelurahan Kerobokan, pemilik utilitas, serta warga pemilik bangunan terdampak.

Karyasa berharap, kolaborasi dengan Pemprov Bali dalam penanganan pascabencana ini dapat mempercepat pemulihan infrastruktur vital, sekaligus menjaga kelancaran konektivitas dan keamanan masyarakat.(yud/ub)