IKM Bali Bangkit Raup Rp19 Miliar, Putri Koster Optimis Perajin Celuk Bisa Lebih Hebat

0
197
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, melakukan kunjungan ke sentra perajin perak Bara Silver di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, Minggu, 7 September 2025.
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, melakukan kunjungan ke sentra perajin perak Bara Silver di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, Minggu, 7 September 2025. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, GIANYAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, melakukan kunjungan ke sentra perajin perak Bara Silver di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, Minggu, 7 September 2025.

Kehadirannya disambut hangat pemilik Bara Silver, Putu Sudiadnyani atau yang akrab dikenal dengan sebutan Mami Bara.

Dalam kunjungannya, Putri Koster menekankan pentingnya memperkuat identitas Bali melalui produk kerajinan lokal. Menurutnya, kerajinan perak Bali memiliki kualitas tinggi, keunikan, serta nilai ekonomi yang mampu bersaing di pasar internasional.

Baca Juga:  Astra Motor Bali Berbagi Tips Aman Berkendara di Jalan Rusak, Wajib Tahu!

“Perak Bali punya kualitas dan keunikan tersendiri. Kreativitas kita tidak kalah dengan negara lain. Dengan sinergi yang kuat, para perajin bisa lebih percaya diri, dan promosi harus terus digencarkan ke berbagai negara,” ujarnya.

Ia mencontohkan keberhasilan pameran IKM Bali Bangkit di Art Center, Denpasar, yang berhasil mencatat omzet lebih dari Rp19 miliar. Menurutnya, pencapaian itu menjadi bukti bahwa produk kerajinan Bali memiliki pasar yang luas, asalkan kualitas tetap dijaga dan harga ditetapkan secara pantas.

Baca Juga:  Dorong UMKM Naik Kelas, Dekranasda Bali Gelar Webinar tentang Branding dan Digitalisasi

Untuk memperluas promosi, Putri Koster juga mewacanakan pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week. Ajang tersebut diharapkan menjadi etalase produk kerajinan dan fesyen Bali sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif Bali di tingkat nasional maupun internasional.

Selain menyoroti kerajinan, Putri Koster juga mengingatkan pentingnya gerakan pengolahan sampah berbasis sumber.

Ia mendorong penerapan teba modern di setiap rumah tangga untuk mengolah sampah organik menjadi kompos, sementara sampah anorganik diarahkan ke TPA.

“Gerakan ini harus mendapat dukungan semua pihak, termasuk Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB),” tambahnya.

Baca Juga:  Ibu Putri Koster Hadiri Parade Busana Adat Kota/Kabupaten se-Bali Serangkaian PKB XLVII

Dalam kunjungan tersebut, ia turut menyaksikan langsung proses pembuatan perak mulai dari bros, cincin, kalung, gelang, hingga ornamen tas wanita. Aneka produk khas Celuk, seperti subeng (anting kipas besar) hingga perhiasan kontemporer, ditampilkan sebagai hasil kreativitas perajin lokal.

Kehadiran Putri Koster diharapkan memberi semangat baru bagi perajin Desa Celuk untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, dan tetap mempertahankan identitas budaya Bali melalui karya seni kerajinan perak.(yud/ub)