Wujudkan Harmoni, Walikota Jaya Negara Dukung Metatah Massal di Banjar Tunjung Sari

0
60
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara Ngayah Nyanggingin serangkaian Karya Mapetik, Menek Kelih dan Metatah Masal yang digelar di Banjar Tunjung Sari, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Jumat (5/9) pagi.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara Ngayah Nyanggingin serangkaian Karya Mapetik, Menek Kelih dan Metatah Masal yang digelar di Banjar Tunjung Sari, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Jumat (5/9) pagi. Sumber foto : Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa, hadir ngayah Nyanggingin serangkaian Karya Mapetik, Menek Kelih, dan Metatah Massal di Banjar Tunjung Sari, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Jumat, 5 September 2025 pagi.

Kegiatan Manusa Yadnya ini turut dihadiri Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar IB. Alit Surya Antara, Camat Denpasar Utara Wayan Yusswara, Perbekel, serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Ngayah Nopeng di Pura Dalem Batan Dulang Pohgading

Sejak pagi, ratusan warga memadati Bale Peyadnyan untuk mengikuti rangkaian upacara yang berlangsung khidmat dengan diiringi kidung dan tabuh gender.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menegaskan pentingnya upacara metatah sebagai kewajiban umat Hindu. Selain itu, prosesi ini juga bermakna untuk menetralisir sifat buruk manusia atau Sad Ripu.

“Metatah massal mencerminkan nilai menyama braya atau Vasudhaiva Kutumbakam, gotong royong sebagai wujud bhakti kepada Sang Pencipta. Melalui pelaksanaan ini, kami berharap tercipta hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam semesta,” ungkap Jaya Negara.

Baca Juga:  Bupati Suwirta Minta Turnamen Bola Volly Abdi Winangun Cup II Tahun 2022 Terselenggara dengan Baik

Ketua Panitia, Wayan Dana, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkot Denpasar dalam pelaksanaan karya ini.

Ia melaporkan, upacara diikuti 42 peserta mapetik, 61 peserta menek kelih, dan 104 peserta metatah.

“Kami berterima kasih atas bantuan yang sangat meringankan beban krama. Semoga yadnya ini membawa kerahayuan untuk kita semua,” ujarnya.(per/ub)