
UPDATEBALI.com, BULELENG – Sebanyak 135 relawan kebersihan telah resmi siap mendukung kelancaran Buleleng Festival (Bulfest) tahun 2025.
Mereka menerima perlengkapan kerja dari Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa, yang juga menjabat Ketua Panitia Bulfest, di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, Jumat 15 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Gede Suyasa menyampaikan apresiasi atas dedikasi para relawan. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka sangat penting untuk memastikan festival tidak menimbulkan masalah sampah baru.
“Sampah adalah isu serius di Indonesia. Kehadiran relawan ini mencerminkan kesadaran kolektif dalam mencari solusi. Kami ingin festival ini berjalan bersih tanpa menambah beban lingkungan,” ujarnya.
Panitia festival menyiapkan beberapa titik pembuangan sampah, termasuk pemisahan antara sampah organik dan anorganik, serta tempat sampah residu. Plastik yang terkumpul akan dikirim ke Bank Sampah Induk untuk diolah menjadi produk kreatif dan karya seni, termasuk topeng wayang raksasa berukuran 6,5 meter yang akan menghiasi panggung utama.
Topeng tersebut dibuat dari 1,5 ton sampah plastik dan akan diperkaya dengan teknologi projection mapping, menggabungkan unsur tradisi dan digital.
“Dengan dua topeng, total ada tiga ton plastik yang berhasil didaur ulang. Ini akan menjadi sorotan utama pada pembukaan festival,” jelas Suyasa.
Para relawan diharapkan bekerja dengan disiplin dan penuh tanggung jawab untuk mengelola sampah di lokasi festival, sehingga tidak membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala. Sampah organik akan diolah menjadi pupuk di Desa Jagaraga, sedangkan sampah plastik menjadi produk kreatif.
“Selamat bekerja, berbakti untuk daerah, dan menjaga kebersihan. Lingkungan yang bersih akan menciptakan hidup yang lebih sehat,” tambahnya.
Salah satu relawan, I Ketut Derestika, menekankan bahwa tugas mereka tidak hanya membersihkan area festival. Edukasi kepada pedagang dan pengunjung juga menjadi fokus.
“Kami akan memilah sampah organik dan anorganik sesuai aturan. Edukasi ini berkelanjutan, tidak hanya selama festival, tapi juga di sekolah, pasar, dan lingkungan sekitar. Harapannya, kesadaran masyarakat akan semakin meningkat,” ujarnya.(adv/ub)


