UPDATEBALI.com, DENPASAR – Dalam rangka memperkuat upaya menuju Bali Bebas Rabies, Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima audiensi dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali di Jayasabha, Denpasar.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen bersama untuk menangani rabies secara menyeluruh, berkelanjutan, dan berdasarkan hukum.
Ketua PDHI Cabang Bali, drh. I Dewa Made Anom, menyampaikan keprihatinannya terkait tingginya potensi penularan rabies di Bali. Dengan adanya belasan kasus suspect rabies pada manusia, ia menilai perlu adanya langkah cepat dan sistematis untuk menekan penyebaran virus, khususnya melalui populasi anjing liar yang belum terkendali.
“Upaya pengendalian populasi anjing liar sering terhambat oleh opini publik yang menyesatkan, bahkan ada yang mencoba menghentikan penanganan di lapangan tanpa landasan hukum yang sah,” ujarnya.
PDHI juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Satpol PP, akademisi, dan LSM yang memiliki fokus terhadap kesehatan hewan dan masyarakat, untuk memperkuat sinergi penanganan rabies secara menyeluruh namun tetap memperhatikan prinsip animal welfare.
Merespons hal tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa semua langkah penanganan rabies di Bali telah memiliki payung hukum yang jelas melalui Peraturan Daerah. Ia mendorong agar pelaksana di lapangan tidak ragu menjalankan tugasnya meskipun ada tekanan atau kritik dari pihak yang tidak memiliki kewenangan.
“Selama dijalankan sesuai aturan, jangan takut. Kalau ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu, laporkan saja ke aparat penegak hukum,” tegas Gubernur Koster.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung pengendalian rabies secara lebih efektif dan aman, sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.
Lebih lanjut, Gubernur Koster meminta agar segera dibangun tempat penampungan khusus bagi anjing liar. Menurutnya, pendekatan pengendalian tidak harus selalu identik dengan penghilangan nyawa, melainkan melalui tata kelola yang manusiawi dan bertanggung jawab.
“Kita siapkan tempat penampungan. Ini bukan soal memusnahkan, tapi mengelola. Jangan biarkan isu di media sosial mengaburkan esensi dari upaya ini. Ini soal keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Gubernur juga mendorong penguatan Tim Siaga Rabies yang sudah dibentuk di tingkat desa, untuk terus bekerja aktif di lapangan.
“Ini bukan hanya soal hewan, tapi soal keselamatan warga. Jangan sampai lengah. Semua harus bergerak cepat, terkoordinasi, dan berdasarkan aturan hukum,” tutupnya.(yud/ub)





