Wagub Giri Prasta Ajak Generasi Muda Junjung Tanggung Jawab Leluhur di Upacara Pitra Yadnya

0
361
Wagub Giri Prasta Ajak Generasi Muda Junjung Tanggung Jawab Leluhur di Upacara Pitra Yadnya
Wagub Giri Prasta Ajak Generasi Muda Junjung Tanggung Jawab Leluhur di Upacara Pitra Yadnya. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, GIANYAR – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengingatkan pentingnya generasi penerus untuk senantiasa menghormati dan menjalankan kewajiban spiritual terhadap leluhur.

Pesan ini disampaikan saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Prenawa Agung lan Nyekah Kinembulan di Setra Desa Adat Kedewatan, Gianyar, Minggu (Redite Umanis, Menail) 13 Juli 2025.

Menurut Wagub Giri Prasta, keberhasilan dan kemampuan seseorang dalam berkarya tidak lepas dari jasa para leluhur. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab keluarga yang masih hidup untuk melaksanakan upacara penyucian agar para leluhur mendapatkan tempat yang layak dan dapat bereinkarnasi menyelesaikan karma yang belum selesai.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Acara Halal Bihalal dan Harlah Muslimat NU Ke-77 di Kabupaten Badung

Kehidupan ini tidak terlepas dari karma yang harus dituntaskan. Sebagai manusia yang dianugerahi akal budi, kita wajib menjaga perilaku agar tidak menyakiti sesama makhluk dan selalu menempuh jalan kebenaran,” ujarnya.

Upacara Pitra Yadnya Prenawa Agung lan Nyekah Kinembulan ini diikuti 57 sawe (jenazah yang belum dikremasi) yang akan menjalani ngaben massal pada Senin 14 Juli 2025. Prosesi dilanjutkan dengan upacara nyekah atau mamukur, hingga penempatan roh suci ke rong tiga. Tak hanya itu, upacara ini juga dirangkaikan dengan metatah (potong gigi) yang diikuti 100 peserta.

Baca Juga:  Pastikan Pembangunan Berlangsung Baik, Bupati Sanjaya Tinjau Pengerjaan Taman Alit Saputra

Bendesa Adat Kedewatan, I Nyoman Sudiana, menyampaikan bahwa upacara Pitra Yadnya ini digelar setiap empat tahun sekali. Tradisi ini bertujuan meringankan beban masyarakat baik dari sisi biaya maupun perlengkapan upacara karena dilakukan secara gotong royong.

“Dengan pelaksanaan secara massal, masyarakat bisa lebih mudah mempersiapkan prosesi dan tetap menjaga makna kesakralan upacara,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Resmikan Layanan IPWL RSD Mangusada

Rangkaian upacara ini menjadi wujud nyata bakti kepada leluhur sekaligus memperkuat ikatan spiritual antarwarga di Desa Adat Kedewatan.(yud/ub)