UPDATEBALI.com, TABANAN – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, melakukan persembahyangan serangkaian Pujawali di Pura Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Selasa 10 Juni 2025.
Ia hadir bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi Wirawan Dirga, dan anggota DPR RI, Nyoman Adi Wiryatama.
Kehadiran Wagub Giri Prasta disambut hangat oleh Perbekel Apuan, Made Admaja; Bendesa Adat Apuan, Ketut Murtana; panitia karya; serta warga pangempon pura. Turut menyambut pula perwakilan panitia pembangunan penerima hibah tahun 2024 dari Pemkab Badung.
Dalam kesempatan itu, Giri Prasta mengikuti persembahyangan bersama ribuan pamedek, meninjau hasil pembangunan pura, serta menandatangani prasasti sebagai bentuk dukungan. Ia juga menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali senilai Rp500 juta, serta dana punia pribadi sebesar Rp25 juta.
“Dulu, saat menjabat Bupati Badung, kami juga telah menyalurkan hibah senilai Rp12,5 miliar untuk penguatan pura ini. Komitmen kami tetap berlanjut, meski kini menjabat sebagai Wakil Gubernur,” ujarnya.
Dalam sambutan sambrama wacana, Giri Prasta mengajak seluruh umat untuk memohon anugerah kehadapan Ida Sasuhunan agar selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan swadharma.
Ia juga menyoroti beban ekonomi umat Hindu akibat padatnya aktivitas keagamaan dan adat. Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat penting untuk mengurangi beban tersebut.
“Biarlah umat fokus ngayah, urusan dana biar pemerintah yang hadir,” katanya, yang langsung disambut tepuk tangan para pamedek.
Ia berkomitmen membantu kelanjutan pembangunan kawasan madya dan sor Pura Luhur Natar Sari yang ditarget rampung pada tahun 2026.
Sebagai informasi, puncak Pujawali di Pura Luhur Natar Sari jatuh pada Tumpek Krulut, Sabtu, 7 Juni 2025. Karya agung ini diiringi kehadiran 60 Tapakan Barong dari berbagai wilayah seperti Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, dan Jembrana.
Prosesi puncak (adhining karya) ditandai dengan tedun-nya Ida Bhatara Sakti Nawa Sanga beserta para Ratu Gede dan Ratu Ayu, dilengkapi upakara panyejeg bhuwana, ngendag kalangan, serta pementasan wali sesolahan. Ida Bhatara nyejer selama tiga hari, dan karya resmi ditutup dengan upacara mupuk kembang pada Selasa, 10 Juni malam atau Rabu dini hari 11 Juni 2025 sekitar pukul 03.00 WITA.(yud/ub)





