Tak Hanya Tempat Membaca, Perpustakaan Desa di Jembrana Disiapkan Jadi Pusat Pemberdayaan

0
229
Pemerintah Provinsi Bali menggelar Bimtek Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Jembrana untuk meningkatkan peran perpustakaan desa sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Bali menggelar Bimtek Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Jembrana untuk meningkatkan peran perpustakaan desa sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Sumber foto : Humas Jembrana

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Dalam upaya memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat, Biro Organisasi Setda Provinsi Bali bersama Bagian Organisasi dan Perpustakaan Setda Kabupaten Jembrana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Jumat, 16 Mei 2025.

Kegiatan yang dilangsungkan di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Jembrana ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Kabupaten Jembrana, I Made Dwi Maharimbawa. Bimtek ini diikuti oleh 14 orang pengelola perpustakaan desa di Kabupaten Jembrana.

Baca Juga:  Ratusan Guru di Buleleng Ikuti Buleleng Excellent Teacher 2026, Perkuat Kompetensi Hadapi Generasi Alpha

Dalam sambutannya, Dwi Maharimbawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di Jembrana. Ia menyebut, pengembangan literasi menjadi salah satu program prioritas yang tertuang dalam visi dan misi Pemerintah Kabupaten Jembrana, yakni mewujudkan masyarakat yang berdaya saing dan mandiri.

“Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Biro Organisasi Setda Provinsi Bali beserta seluruh panitia yang telah merancang pelaksanaan kegiatan ini di Jembrana,” ucapnya.

Baca Juga:  Griya Santrian Rayakan HUT ke-52 dengan Pelepasan Tukik untuk Menjaga Ekosistem Penyu

Ia menegaskan pentingnya peran perpustakaan saat ini tidak hanya sebagai tempat membaca, namun juga sebagai ruang aman untuk belajar keterampilan baru, membangun jejaring, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Melalui bimbingan teknis ini, peserta dibekali dengan materi terkait strategi implementasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Diharapkan, para pengelola perpustakaan desa mampu merancang dan melaksanakan program yang menjawab kebutuhan riil masyarakat, seperti literasi digital dan pengembangan usaha mikro.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Berkomitmen Badung Jadi Kabupaten Antikorupsi Terdepan di Indonesia

“Pelaksanaan bimtek ini sangat berguna untuk mengembangkan literasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, saya harap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik hingga akhir, dan segera menerapkan ilmu yang didapat di desa atau kelurahan masing-masing,” tutupnya.(yud/ub)