Parade Busana Adat Khas Daerah Siap Meriahkan PKB 2025, Putri Koster Dorong Pelestarian Warisan Leluhur

0
271
Parade Busana Adat Khas Daerah Siap Meriahkan PKB 2025, Putri Koster Dorong Pelestarian Warisan Leluhur
Parade Busana Adat Khas Daerah Siap Meriahkan PKB 2025, Putri Koster Dorong Pelestarian Warisan Leluhur. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Dalam rangka menyambut Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster bersama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Arya Sugiartha, menggelar rapat koordinasi teknis untuk mematangkan pelaksanaan parade busana adat khas dari seluruh Kabupaten/Kota di Bali.

Rapat tersebut berlangsung di Ruang Padma, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali pada Kamis, 15 Mei 2025.

Parade yang bertajuk Utsawa Busana Adat Daerah ini digagas sebagai ajang menampilkan keunikan dan keberagaman pakaian adat Bali dari berbagai daerah, termasuk jenis-jenis busana tradisional yang mulai jarang dikenakan atau bahkan nyaris punah.

Baca Juga:  Bunda PAUD Badung Apresiasi Kreativitas Anak Usia Dini di Gebyar Kreativitas Mengwi

Arya Sugiartha menyampaikan bahwa parade ini bukan hanya sekadar pertunjukan visual semata, tetapi juga bertujuan mengedukasi masyarakat akan nilai budaya dalam setiap bentuk pakaian adat.

“Setiap busana yang ditampilkan wajib dilengkapi sinopsis yang menjelaskan nama busana, fungsi, konteks pemakaian, hingga profil peraga dan penatanya,” jelasnya.

Sementara itu, Ny. Putri Koster menekankan bahwa pelestarian busana adat merupakan bagian dari menjaga identitas daerah. Ia mengingatkan agar peserta parade menghindari penggunaan busana adat yang memiliki nilai sakral demi menjaga kesuciannya. Namun demikian, busana pengantin tetap diperbolehkan selama sesuai dengan norma budaya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Hidupkan Sad Kerthi, Pemerintah dan Masyarakat Gelar Aksi Tanam Pohon Serentak

“Setiap daerah memiliki karakter dan ciri khas dalam berpakaian. Inilah kekayaan budaya yang tidak boleh dilupakan. PKB harus menjadi ruang untuk menghidupkan kembali busana-busana tradisional yang mulai terlupakan,” ujar Putri Koster.

Ia pun berharap agar dalam waktu sekitar satu setengah bulan ke depan, masing-masing Kabupaten/Kota sudah dapat menyiapkan koleksi busana terbaik mereka untuk ditampilkan di PKB. Menurutnya, parade ini juga bisa menjadi pemicu kebanggaan masyarakat terhadap hasil karya lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di sektor tekstil tradisional Bali.(yud/ub)