spot_img
spot_img
BerandaBaliPolemik Siswa SMP Tak Bisa Baca, FIP Undiksha Siap Berkontribusi

Polemik Siswa SMP Tak Bisa Baca, FIP Undiksha Siap Berkontribusi

UPDATEBALI.com, BULELENG – Menyikapi polemik terkait siswa tingkat SMP di Kabupaten Buleleng yang masih belum bisa atau belum lancar membaca. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha langsung membentuk tim untuk ikut serta dalam menangani permasalahan tersebut.

Dekan FIP Undiksha, Prof I Wayan Widiana menerangkan, sebagai fakultas bidang pendidikan pihaknya merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi atas permasalahan siswa/Siswi SMP di Kabupaten Buleleng yang belum bisa atau lancar membaca, menulis, dan berhitung (Calistung). Sebagai langkah awal atas ijin rektor Undiksha pihaknya sudah membentuk tim pendamping intervensi klinis Calistung yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Baca Juga:  Harpelnas 2025, Astra Motor Bali Hadirkan Layanan Honda Care di BPSK

“Tim ini terdiri dari Dosen sebagai tim pendamping ahli dan mahasiswa sebagai tim pendamping lapangan. Targetnya tentu percepatan peningkatan kemampuan siswa dalam Calistung,” Terang dia, Minggu 20 April 2025.

Disinggung terkait sistem di lapangan, Prof Widiana menjelaskan, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan dinas terkait sebelum melakukan pengecekan ke sekolah untuk kebutuhan pendampingan siswa. Jadi setelah berkoordinasi dan disetujui maka akan ada satu dosen sekaligus lima sampai tujuh mahasiswa yang ditugaskan di setiap sekolah yang membutuhkan.

Baca Juga:  Dewan Buleleng Sahkan APBD 2024 Sebesar Rp 2.2 Triliun

Mereka nantinya akan bertugas mengakselerasi peningkatan kemampuan Calistung siswa. Adapun untuk mengawali proses tersebut akan dilakukan uji coba pendampingan selama enam bulan. Dengan pola satu mahasiswa mendampingi satu sampai tiga orang siswa.

“Kita akan cek sesuai dengan kebutuhan sekolah jika memerlukan lebih banyak lagi, maka kita akan coba siapkan. Proses diawal untuk pendampingan akan dilakukan dengan model intervensi klinis selama enam bulan. Jadi sangat besar harapan kami bisa ikut berkontribusi memecahkan permasalahan terkait,” Jelasnya.

Sementara itu, terkait banyaknya siswa/siswi yang belum bisa atau tidak lancar Calistung lantaran menderita disleksia, Prof Widiana mengaku sudah memiliki cara khusus yang akan diterapkan oleh tim yang dibentuk. Jadi sebelum tim benar-benar siap turun untuk memecahkan permasalahan di lapangan.

Baca Juga:  PLN Bali Gelar Simulasi Limbah B3 untuk Lindungi Lingkungan dan Pelanggan

“Ada cara khusus menangani disleksia dan itu sudah termasuk dalam pendampingan yang akan dilakukan tim kami,” Tandas dia.

Sekedar diketahui jumlah siswa/siswi SMP di Kabupaten Buleleng yang masih belum bisa atau lancar membaca berdasarkan data yang dihimpun ada sekitar 400-an. Siswa/siswi tersebut berasal dari 60 sekolah SMP yang ada di Bali Utara. (dna/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments