UPDATEBALI.com, BADUNG – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka Turnamen Ceki yang diselenggarakan oleh Sekaa Gong Genta Kencana Br. Pandean, Desa Adat Munggu, bertempat di Bale Banjar Pandean, Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi, pada Minggu, 19 Januari 2025.
Acara ini dihadiri oleh anggota DPRD Badung Rai Wirata, perwakilan camat Mengwi, Perbekel Munggu Ketut Darta, Ketua BPD Made Rai Sidaparna, Ketua LPD, Ketua LPM, Bendesa Adat Munggu Made Suwinda, serta tokoh masyarakat Dewa Made Merta Sedana.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Suiasa menyerahkan bantuan sebesar Rp 30 juta untuk mendukung pelaksanaan turnamen ceki. Bantuan ini diterima langsung oleh Ketua Panitia I Gede Yoga Pratama dan diharapkan dapat membantu kelancaran kegiatan tersebut.
Wakil Bupati Suiasa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Turnamen Ceki Sekaa Gong Genta Kencana. Ia menilai kegiatan ini memiliki banyak manfaat positif, baik sebagai sarana rekreasi di tengah-tengah kesibukan masyarakat Banjar Pandean, maupun sebagai upaya pelestarian warisan leluhur dan budaya lokal.
“Turnamen ceki ini juga dapat meningkatkan tali silaturahmi, persaudaraan, serta menyama braya. Selain itu, ceki merupakan hiburan yang memberikan ketenangan, kesehatan pikiran, dan kebahagiaan diri,” ujar Suiasa.
Ketua Panitia I Gede Yoga Pratama melaporkan bahwa turnamen ini diselenggarakan dalam rangka melestarikan permainan tradisional, khususnya ceki, yang merupakan bagian dari warisan budaya Bali.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggali dana guna mendukung kegiatan sekaa teruna dan Sekaa Gong Genta Kencana dalam menyambut rangkaian Hari Raya Nyepi. Turnamen dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pagi dan sore hari, dengan masing-masing sesi diikuti oleh 25 peserta.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas dukungannya terhadap kegiatan positif seperti ini. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut untuk mendukung kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama yang melibatkan generasi muda dan pelestarian budaya,” ucap Gede Yoga Pratama.
Turnamen Ceki ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk mempererat hubungan sosial antarwarga, serta memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya tradisional Bali. (den/ub)





