UPDATEBALI.com, BADUNG – The Apurva Kempinski Bali menutup tahun ini dengan persembahan luar biasa dalam rangkaian keenam ‘Antologi Musik Indonesia’, bagian dari kampanye ‘Powerful Indonesia: Bhinneka Tunggal Ika’.
Pada Jumat, 8 November 2024, di Pendopo Lobby, tamu hotel dan penikmat musik disuguhkan pengalaman unik, menyatukan berbagai genre musik Indonesia dari jazz hingga dangdut dan pop klasik dalam pertunjukan bertajuk ‘Best of the Best: Anthology of Indonesian Music’.
Melody Siagian, selaku Director of Marketing The Apurva Kempinski Bali menjelaskan bahwa, acara ini menampilkan beberapa nama besar, termasuk Aksan Sjuman, musisi sekaligus penulis buku Antologi Musik Indonesia, komposer jazz Indra Lesmana, dan desainer kenamaan Raul Renanda.
“Mereka memandu penonton melalui sejarah musik Indonesia yang beragam, menghadirkan karya-karya abadi seperti Kisah Kasih di Sekolah dari Chrisye, Begadang karya Rhoma Irama, hingga lagu populer Menhujam Jantungku yang dinyanyikan oleh Tompi. Penampilan ditutup dengan Ini Rindu dari Farid Hardja dan Lucky Resha, membawa semangat nostalgia yang kuat bagi penonton,” ucapnya.
Tak sekadar pertunjukan, acara ini juga menyuguhkan diskusi interaktif yang memperdalam pemahaman akan budaya musik Indonesia. Diskusi ini menghubungkan penonton dengan berbagai elemen dan genre musik yang berkembang di Indonesia, dengan penampilan eksklusif dari artis seperti Tompi, penyanyi jazz yang membawa nuansa budaya Aceh dalam karyanya, serta Oppie Andaresta yang dikenal lewat lagu-lagu bertema sosial pada era 90-an, dan Nesia Ardi, penyanyi jazz dengan sentuhan suara tradisional khas Indonesia.
Melody Siagian menambahkan, sejak Maret 2023, kolaborasi antara Aksan Sjuman, Raul Renanda, dan Indra Lesmana telah menghidupkan perjalanan musik Indonesia dalam format imersif. Edisi keenam ini menyatukan pilihan terbaik dari lima seri sebelumnya mulai dari Jazz, Pop, Rock Anthology, Dangdut, hingga 80’s Melancholy dalam satu acara megah, merayakan sejarah musik dan perkembangan budaya yang mengakar dalam diri masyarakat Indonesia.
Indra Lesmana menyampaikan harapannya bagi generasi muda agar semakin terlibat dalam melestarikan kekayaan musik Indonesia.
“Interaksi antargenerasi dalam musik ini sangat menyenangkan, menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini,” ujarnya, didampingi Aksan Sjuman dan Raul Renanda.(ub)





