Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan Dukung De Gadjah di Pemilihan Gubernur Bali

0
727
Ribuan warga Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan di Kabupaten Karangasem menyatakan dukungan kepada pasangan calon Gubernur Mulia-PAS
Ribuan warga Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan di Kabupaten Karangasem menyatakan dukungan kepada pasangan calon Gubernur Mulia-PAS. Sumber foto: Istimewa

UPDATEBALI.com, KARANGASEM – Ribuan warga Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan di Kabupaten Karangasem menyatakan dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Mulia-PAS, pada pemilihan gubernur yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pratisantana Sira Arya Kanuruhan, I Wayan Geredeg, dalam sebuah acara kampanye di kediamannya di Banjar Kreteg, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem. Geredeg menegaskan pentingnya pengakuan dan komitmen dari calon pemimpin agar aspirasi masyarakat tidak diabaikan setelah terpilih.

“Di Karangasem ada sekitar 430 dadia Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan, dan yang hadir hari ini adalah perwakilan masing-masing dadia tersebut. Kami ingin sebuah pengakuan agar jangan sampai diakui ketika sudah memimpin. Untuk itu, mari kita berbuat,” kata Geredeg pada 6 Oktober 2024.

Baca Juga:  7.000 Pengunjung Setahun, Gedong Kirtya Buktikan Museum Bisa Jadi Ruang Belajar Populer

Ia menambahkan bahwa dukungannya terhadap Muliawan, yang akrab disapa De Gadjah, didasarkan pada etika dan keterbukaan calon tersebut. Geredeg berharap jika pasangan Mulia-PAS terpilih, mereka akan melanjutkan program-program yang belum terselesaikan selama masa kepemimpinan Wayan Geredeg sebagai Bupati Karangasem, seperti pembangunan dermaga cruise, jalan bypass Ida Bagus Mantra, dan penyelesaian masalah air Telaga Waja.

Baca Juga:  Sekda Dewa Indra Apresiasi Bawaslu Provinsi Bali Gelar Apel Siaga Pengawasan Kampanye Pemilu 2024

Menanggapi dukungan tersebut, Made Muliawan Arya menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Karangasem, termasuk masalah air Telaga Waja. Ia menargetkan penyelesaian masalah air bersih dalam waktu dua tahun setelah terpilih.

“Jadi tinggal menyempurnakan lagi, kita perbaiki pipa dan melengkapi kekurangannya. Saya pastikan air Telaga Waja 100 persen bisa dimanfaatkan dan optimis bisa diselesaikan dalam dua tahun,” tegas Muliawan.

Lebih lanjut, De Gadjah berkomitmen untuk mengkaji kembali Peraturan Gubernur Bali mengenai tarif dasar air demi kepentingan rakyat. Ia menilai bahwa tarif PDAM di Karangasem, yang sering dikeluhkan masyarakat, harus ditangani dengan bijak, mengingat perusahaan daerah dibentuk untuk mensejahterakan rakyat, bukan mengambil keuntungan dari mereka.

Baca Juga:  Widia Utami, Sosok Inspiratif Perempuan Buleleng Pelestari Seni dan Budaya

“Harusnya untuk rakyat tidak perlu seperti itu. Sumber daya alam harus dipergunakan oleh rakyat. Apalagi soal jalan, itu sudah jelas. Karangasem ini daerah penghasil pasir, jadi kalau jalannya rusak, ya malu lah kita,” ujar De Gadjah.

Muliawan menegaskan pentingnya kolaborasi antara semua pihak untuk membangun Bali yang lebih baik. “Pokoknya nanti kita bareng-bareng, apa yang belum selesai kita lanjutkan, yang belum baik kita perbaiki, dan apa yang belum ada kita adakan,” tutupnya.(ub)