Wawali Arya Wibawa Buka Lomba Mekendang dan Tari Topeng Keras di Desa Padangsambian Kelod

0
293
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat membuka Lomba Mekendang Berpasangan dan Tari Topeng Keras bertempat di Balai Banjar Jaba Pura, Desa Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Minggu (19/5).
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat membuka Lomba Mekendang Berpasangan dan Tari Topeng Keras bertempat di Balai Banjar Jaba Pura, Desa Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Minggu (19/5). Sumber foto: Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Gotong Royong Tahun 2024, Desa Padangsambian Kelod menggelar Lomba Mekendang Berpasangan dan Tari Topeng Keras. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dengan ditandai pemukulan gong di Balai Banjar Jaba Pura, Desa Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, pada Minggu 19 Mei 2024.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengapresiasi antusiasme para peserta lomba serta sinergitas seluruh perangkat desa dalam berbagai kegiatan untuk membangun dan memajukan desa.

Baca Juga:  Tari Janger Warnai Karnaval Budaya Rakernas JKPI 2025, Kontingen Denpasar Tampilkan Pesona Warisan Budaya

“Kami berharap kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi generasi muda untuk tetap menjunjung adat dan budaya seiring kemajuan teknologi, karena di tangan generasi mudalah nasib seni dan budaya Bali berada,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk selalu meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi kemajuan zaman saat ini. Menurutnya, hal ini dapat dilakukan dengan mengadopsi kecanggihan teknologi informasi yang diimbangi dengan budaya dan tradisi untuk lebih maju ke depannya.

Baca Juga:  Koster Ajak Pelaku Horeka Denpasar Kelola Sampah dari Sumber, Target Bali Bersih 2028

“Tentunya segala kegiatan kemasyarakatan di Desa Padangsambian Kelod ini tidak lepas dari peran aktif dan sinergi seluruh perangkat desa bersama masyarakat. Inilah esensi gotong royong, di mana setiap program pembangunan berasal dari, oleh, dan untuk masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra, mengungkapkan bahwa kegiatan lomba Mekendang Berpasangan dan Tari Topeng Keras ini diikuti oleh tujuh grup dari generasi muda di Desa Padangsambian Kelod.

Selain lomba Mekendang Berpasangan dan Tari Topeng Keras, rangkaian kegiatan Bulan Bhakti yang telah terselenggara meliputi kegiatan bersih-bersih desa, lomba ngelawar, dan donor darah.

Baca Juga:  Triwulan I, Realisasi PAD Jembrana Lampaui Target 

“Berbagai kegiatan ini merupakan simbol gotong royong masyarakat Desa Padangsambian Kelod di Bulan Bhakti sebagai mitra Pemerintah Kota Denpasar dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dengan tetap melestarikan adat dan budaya,” ujarnya.

Dengan adanya berbagai kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Padangsambian Kelod dapat terus berperan aktif dalam melestarikan budaya serta berkontribusi dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. (per/ub)