Kadis Kominfosanti Buleleng Ajak Generasi Muda Melek Ekonomi Digital

0
218
Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng Ketut Suwarmawan saat menjadi narasumber untuk mengisi Talkshow yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Dharma. Sumber foto: Humas Kominfosanti Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Diundang sebagai narasumber untuk mengisi Talkshow yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Dharma, Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng Ketut Suwarmawan dan Kepala Dinas DagperinkopUKM Buleleng Dewa Made Sudiarta mengajak para mahasiswa untuk melek terhadap ekonomi digital, sebab pangsa pasar potensial bagi perintis usaha pada masa kini adalah pengguna sosial media.

Di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir di Auditorium Ratyni Gorda pada Rabu, 27 Desember 2023, Ketut Suwarmawan atau yang akrab disapa Ketsu menyampaikan bahwa, persaingan bisnis saat ini medan perangnya adalah digital atau online. Maka, media sosial menjadi penghubung yang efektif antar penjual dengan pembeli.

Baca Juga:  Disdukcapil Bangli Perketat Pengawasan Dokumen WNA 

Namun, menurutnya perlu disesuaikan lokasi usaha dan sasaran konsumen terhadap media sosial yang digunakan untuk pemasaran.

Ketsu juga mengingatkan, penggunaan media sosial juga disesuaikan dengan kalangan penggunanya dari segi usia, sebab setiap media sosial memiliki pengguna dengan rentang usia yang berbeda-beda.

“Atas pengamatan saya, kalau di Buleleng itu lebih banyak menggunakan Instagram dan Tiktok, Facebook itu kalangannya untuk usia 40 tahun ke atas, namun ini sama-sama media yang memiliki pangsa pasar tersendiri,” tutupnya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Pimpin Ramah Tamah Pengurus Jaga Baya Pasek Kecamatan Mengwi

Sementara itu, Kepala Dinas DagperinkopUKM Buleleng Dewa Made Sudiarta mengatakan, pemerintah sudah mencanangkan UMKM menjadi penopang ekonomi Indonesia. Sebab, produk domestik bruto di Indonesia tercatat sebanyak 65% merupakan andil UMKM.

Sudiarta menambahkan, peran generasi muda sangat diperlukan untuk ikut serta membangun UMKM, sebab menurutnya tingkat rasio kewirausahaan di Indonesia masih di bawah angka 4%.

Baca Juga:  Putri Koster Dorong IKM Bali Jaga Orisinalitas dan Perkuat Karakter Karya

“Artinya kondisi kita saat ini secara nasional masih perlu didorong lebih banyak lagi pelaku-pelaku UMKM yang berpartipasi,” tutupnya. (adv/ub)