UPDATEBALI.com, BULELENG – Setiap daerah mempunyai kuliner dengan ciri khas yang berbeda-beda. Seperti salah satunya di daerah bali bagian utara, blayag menjadi makanan yang khas di Buleleng.
Makanan yang satu ini kerap digunakan sebagai pengganjal perut di pagi hari oleh warga Buleleng. Blayag adalah makanan perpaduan antara bumbu kuning pucat yang kental, sayur-sayuran, kacang kedelai goreng, ayam suwir, saur (kelapa parut berbumbu yang digoreng) dan juga pastinya yang paling utama yaitu tipat blayag.

Tanpa disadari, makanan yang terkesan sederhana ini mengandung banyak gizi dan memiliki nutrisi yang lengkap sehingga sangat baik untuk tubuh. Nutrisi yang terkandung dalam makanan ini beragam, mulai dari karbohidrat, protein serta zat lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.
Pedagang blayag di Buleleng yang tak terhingga jumlahnya, biasanya menjual blayag di pinggir jalan. Selain itu, di jalan Werkudara tepatnya di selatan Taman Kota juga ada pedagang yang berjejeran menjual blayag.
Salah satunya pedagang yang bernama Komang Sri dan Kadek Edi. Sepasang suami istri ini bisa dibilang pedagang blayag yang cukup legendaris dan terkenal cita rasa blayag nya yang nikmat.
“Saya sudah dari tahun 2015 berjualan disini, awalnya saya hanya mencoba-coba jualan ayam betutu dan tipat blayag disamping juga karena di desak oleh kebutuhan hidup. Saya juga pernah mengalami musibah yang membuat saya stress. Sebelum berdagang disini dulu saya pernah bangkrut dan tertipu oleh bisnis online,” tutur Kadek Edi.
Komang Sri dan Kadek Edi yang awal mulanya hanya menjual ayam betutu dan blayag saja, kini keduanya menjual makanan yang lebih bervariasi lagi. Mereka juga menjual nasi kuning, lauk pauk, aneka jajanan, dan aneka minuman. Lokasinya yang strategis dan suasananya yang teduh membuat dagangan kedua pasangan ini sering dilirik oleh calon pembeli.
“Saya mulai berjualan dari jam 08.30 sampai jam 22.00, kalau pagi banyak mahasiswa, pegawai, dan ibu rumah tangga yang membeli sarapaan disini,” ucap Kadek Sri.
Menurut salah satu pelanggan setia Komang Sri dan Kadek Edi, blayag yang mereka jual memang enak.
“Dengan satu porsi blayag yang seharga 7.000 bisa membuat perut kenyang, ayam suwirnya yang berbumbu memberikan cita rasa yang lebih gurih lagi ketika dicampurkan semuanya, dan yang bikin lebih mantap diisi kripik usus ayam,” ujar Rima yang sudah berlangganan sedari ia masih kuliah sampai saat ini sudah berkeluarga.
Penulis : Kadek Putri Dwi Mandayani
Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja Prodi Ilmu Komunikasi





